LUMAJANG | Sentrapos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Jawa Timur-Bali telah merampungkan perbaikan jalan penghubung Kecamatan Pasirian dan Tempursari, Kabupaten Lumajang, yang sempat terputus akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru.
Penanggung Jawab PPK 1.3 (Probolinggo–Lumajang–Turen) BBPJN Jatim, Supriadi, menyampaikan bahwa akses utama kedua kecamatan tersebut kini telah kembali normal dan dapat dilalui masyarakat.
“Sejak Senin, 2 Februari 2026, jalan penghubung Kecamatan Pasirian dan Tempursari telah dapat difungsikan kembali,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Kolaborasi Normalisasi Sungai dan Perbaikan Tanggul
Perbaikan jalan tidak dilakukan secara parsial. BBPJN Jatim-Bali berkolaborasi dengan BBWS Brantas serta Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur untuk melakukan normalisasi Sungai Regoyo dan perbaikan tanggul di area konsolidasi Dam Gondoruso.
Langkah ini diambil guna mencegah dampak serupa terjadi kembali saat intensitas hujan tinggi di kawasan lereng Semeru.
Dalam proses pengerjaan, sejumlah alat berat dikerahkan, antara lain:
-
6 unit excavator
-
4 unit dump truck
-
1 unit vibrator roller
Dampak Banjir Lahar Semeru
Sebelumnya, banjir lahar hujan menerjang aliran Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, pada Jumat (30/1/2026). Akibatnya, tanggul sepanjang 150 meter jebol dan merusak persawahan serta memutus akses jalan utama dua kecamatan.
Dengan selesainya perbaikan, mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas perekonomian di wilayah terdampak diharapkan kembali berjalan lancar.
Pemerintah terus mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama saat curah hujan tinggi. (*)




















