Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Kementerian PU Siap Bangun Jembatan Putus Ponorogo–Trenggalek, Warga Masih Nekat Gunakan Jalur Darurat

28
×

Kementerian PU Siap Bangun Jembatan Putus Ponorogo–Trenggalek, Warga Masih Nekat Gunakan Jalur Darurat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PONOROGO | Sentrapos.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan siap membantu pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek yang putus di Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, usai melakukan koordinasi dan peninjauan langsung di lokasi jembatan yang berada di atas Sungai Jabak, Jumat.

“Alhamdulillah, Kementerian PU siap membantu pembangunan jembatan ini. Ini menjadi solusi karena lokasinya berada di perbatasan dua kabupaten,” ujar Lisdyarita.

Jawab Polemik Kewenangan

Menurut Lisdyarita, keterlibatan pemerintah pusat sekaligus menjawab polemik kewenangan yang sebelumnya muncul antara Pemkab Ponorogo dan Pemkab Trenggalek. Pasalnya, posisi jembatan berada tepat di wilayah perbatasan kedua daerah tersebut.

Dengan adanya intervensi dari pemerintah pusat, diharapkan proses pembangunan tidak lagi terhambat persoalan administrasi dan kewenangan lintas daerah.

Untuk teknis pembangunan, Pemkab Ponorogo masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian PU, termasuk terkait desain, anggaran, serta tahapan pelaksanaan proyek.

Warga Masih Gunakan Jembatan Darurat

Dalam kunjungannya, Lisdyarita mendapati warga masih nekat melintasi jembatan darurat untuk menuju Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Padahal, jalur alternatif yang tersedia mengharuskan warga memutar sejauh kurang lebih 20 kilometer. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan masyarakat.

“Kami prihatin warga masih mengambil risiko. Jembatan sementara tetap diperlukan agar aktivitas masyarakat bisa berjalan sambil menunggu pembangunan permanen,” tegasnya.

Kendala Anggaran Daerah

Lisdyarita mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan penanganan infrastruktur di wilayah perbatasan.

Selain jembatan di Ngrayun, Pemkab Ponorogo juga tengah melakukan perbaikan bertahap terhadap sejumlah jembatan lain di wilayah Wagir Kidul, Paringan, dan Grogol.

Pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan permanen di perbatasan Ponorogo–Trenggalek dapat segera direalisasikan agar konektivitas antarwilayah pulih dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.

Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah dan pusat dinilai krusial untuk memastikan keselamatan warga sekaligus memperkuat infrastruktur dasar di kawasan perbatasan. (*)