Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Viral! Kepsek di Jembrana Diduga Tulis Komentar Tak Senonoh, Dalih Typo ‘Loloh’ Jadi ‘Lolok’

27
×

Viral! Kepsek di Jembrana Diduga Tulis Komentar Tak Senonoh, Dalih Typo ‘Loloh’ Jadi ‘Lolok’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JEMBRANA | Sentrapos.co.id — Seorang kepala sekolah (kepsek) berinisial SK di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi sorotan publik setelah diduga menuliskan komentar tak pantas di media sosial. Komentar tersebut viral dan menuai kecaman dari warganet.

SK diketahui menuliskan komentar bernada sensitif pada unggahan kreator konten Instagram @sitihajarhumairoh. Kata yang digunakan, yakni “lolok”, dalam bahasa Bali memiliki makna organ kelamin laki-laki, sehingga dinilai sebagai bentuk pelecehan verbal.

“Siti kamu kok suka lolok?” tulis SK melalui akun Instagram pribadinya, yang kemudian memicu polemik.

Merespons hal tersebut, pemilik akun dengan puluhan ribu pengikut itu menyampaikan kekecewaannya melalui unggahan video.

“Semoga anak perempuan Bapak tidak mengalami hal seperti yang Bapak lakukan ke saya,” ujar Siti dalam video tersebut.

Ia juga meyakini bahwa komentar tersebut ditulis dalam kondisi sadar, bukan sekadar kesalahan teknis.

Kepsek Dalih Salah Ketik

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana langsung memanggil SK untuk klarifikasi.

Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menyatakan bahwa SK mengakui komentar tersebut berasal dari akun pribadinya. Namun, ia berdalih terjadi kesalahan ketik.

“Yang bersangkutan menyatakan maksudnya ‘loloh’ (jamu tradisional), namun terjadi typo menjadi ‘lolok’,” jelas Anom.

SK juga telah menyampaikan permohonan maaf dan membuat surat pernyataan atas kejadian tersebut.

Sanksi dan Pemeriksaan Lanjutan

Meski berdalih typo, Disdikpora tetap memberikan sanksi berupa teguran, baik lisan maupun tertulis, sebagai bentuk pembinaan terhadap ASN di lingkungan pendidikan.

“Kami memberikan teguran agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Anom.

Tak hanya itu, SK juga diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Inspektorat Kabupaten Jembrana untuk menilai aspek kedisiplinan sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Pihak Disdikpora berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, sekaligus menjadi pembelajaran bagi seluruh tenaga pendidik agar lebih bijak dalam bermedia sosial.

Permintaan Maaf Disampaikan

SK juga diketahui telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui kolom komentar unggahan Siti.

“Maaf Siti, maksudnya ‘loloh’ sesuai postingan. Saya salah ketik dan sudah mencoba menghubungi lewat DM,” tulisnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang etika digital, terutama bagi figur publik dan tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab moral di ruang publik. (*)


Poin Utama Berita

  • Kepsek di Jembrana viral akibat komentar diduga tak senonoh
  • Komentar “lolok” memicu tudingan pelecehan verbal
  • Kepsek berdalih typo dari kata “loloh” (jamu tradisional)
  • Kreator konten merasa dirugikan dan angkat suara
  • Disdikpora panggil dan beri teguran kepada kepsek
  • Kepsek juga diperiksa Inspektorat terkait disiplin ASN
  • Permintaan maaf telah disampaikan secara terbuka
  • Kasus jadi sorotan etika penggunaan media sosial