Titik Rawan Kemacetan dan Kecelakaan Diantisipasi
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali (BBPJN), pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain:
-
Ruas batas Kota Bangkalan–Kabupaten Sampang
-
Kawasan Alas Baluran, Banyuwangi
Di titik-titik tersebut dilakukan:
-
Penambahan rambu peringatan
-
Penguatan pengawasan
-
Koordinasi intensif dengan kepolisian dan instansi terkait
Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Antisipasi Banjir dan Longsor
Selain kemacetan, pemerintah juga memetakan titik rawan bencana seperti banjir dan longsor, di antaranya:
-
Ruas Ngoro–Mojosari
-
Ploso–Pacitan–Hadiwarno
-
Bangil–Pasuruan
-
Perbatasan Kabupaten Malang–Kota Lumajang (segmen Turen Km 54+500 hingga Km 60+150)
Personel dan peralatan telah disiagakan guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.
BBPJN Jawa Timur–Bali juga menyiapkan posko jalur Lebaran di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur sebagai pusat pemantauan dan koordinasi terpadu.
Komitmen Jaga Konektivitas dan Keselamatan
Dengan kesiapan infrastruktur, perbaikan jalan, penanganan marka, serta penguatan koordinasi lintas instansi, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama Lebaran 2026 tetap terjaga.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendukung mobilitas jutaan pemudik yang diprediksi meningkat signifikan tahun ini. (*)




















