LONDON | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik antara Barat dan Rusia kembali meningkat di wilayah Atlantik Utara. Inggris melaporkan keberhasilan operasi militer besar untuk melacak dan mengusir kapal selam Rusia yang diduga mencoba memetakan infrastruktur bawah laut strategis.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengonfirmasi bahwa operasi yang melibatkan Angkatan Laut Kerajaan Royal Navy dan pesawat patroli P-8 berhasil mendeteksi aktivitas tiga kapal selam Rusia di zona ekonomi eksklusif Inggris.
Operasi Militer Lebih dari Satu Bulan
Menurut pemerintah Inggris, operasi pengawasan berlangsung lebih dari satu bulan di kawasan Atlantik Utara untuk mencegah aktivitas yang dianggap mengancam keamanan infrastruktur bawah laut.
“Operasi ini melibatkan kapal perang dan pesawat patroli P-8 untuk melacak serta mencegah aktivitas kapal selam Rusia,” ujar John Healey.
Tiga kapal selam yang terdeteksi terdiri dari satu kapal selam nuklir kelas Akula dan dua kapal selam riset laut dalam milik Rusia.
Rusia Diduga Manfaatkan Situasi Global
Healey menilai aksi tersebut dilakukan saat perhatian dunia sedang terfokus pada konflik lain, termasuk ketegangan di Timur Tengah.
Rusia disebut memanfaatkan situasi global yang tidak stabil untuk melakukan aktivitas intelijen bawah laut di wilayah strategis.
Peringatan Keras untuk Vladimir Putin
Dalam pernyataannya, Healey juga memberikan peringatan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin terkait dugaan ancaman terhadap kabel internet dan pipa energi bawah laut.
“Kami melihat aktivitas Anda di kabel dan pipa kami, dan setiap upaya merusaknya tidak akan ditoleransi,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa Inggris bersama sekutu NATO tidak akan mentoleransi tindakan yang mengancam infrastruktur vital tersebut.
Tidak Ada Kerusakan, Tapi Pengawasan Diperketat
Meski aktivitas kapal selam Rusia dianggap mengancam, Inggris memastikan tidak ditemukan kerusakan fisik pada kabel maupun pipa bawah laut.
NATO bersama Inggris terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Kapal Selam Rusia Mundur
Tekanan dari operasi militer Inggris disebut membuat kapal selam Rusia akhirnya meninggalkan wilayah pengawasan.
Kapal selam kelas Akula dan unit riset laut dalam Rusia dilaporkan kembali ke pangkalan masing-masing setelah terus dibayangi oleh kekuatan militer Inggris.
Ancaman Baru di Infrastruktur Bawah Laut
Inggris dan NATO kini meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman sabotase kabel bawah laut dan pipa energi yang menjadi jalur vital komunikasi dan pasokan energi global.
Situasi ini menegaskan meningkatnya ketegangan antara NATO dan Rusia di tengah konflik geopolitik yang belum mereda. (*CNBC)
Poin Utama Berita
- Inggris lakukan operasi militer 1 bulan di Atlantik Utara
- Kapal selam Rusia diduga survei infrastruktur bawah laut
- Royal Navy dan pesawat P-8 dikerahkan dalam operasi
- Vladimir Putin diberi peringatan keras oleh Inggris
- Tidak ada kerusakan pada kabel atau pipa bawah laut
- Kapal selam Rusia dilaporkan mundur dari wilayah pengawasan
- NATO tingkatkan pengawasan infrastruktur strategis

















