Ketua Gangster Pembacok Warga Gresik Ditangkap di Mojokerto, Polisi: Provokator Anak di Bawah Umur - Sentra Pos

Ketua Gangster Pembacok Warga Gresik Ditangkap di Mojokerto, Polisi: Provokator Anak di Bawah Umur

GRESIK | Sentrapos.co.id – Kepolisian Resor Polres Gresik berhasil menangkap MYS (25), ketua gangster yang terlibat aksi pembacokan dan perampasan ponsel warga di Kecamatan Dukun dan Panceng, Kabupaten Gresik. Pelaku diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Mojokerto sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Kapolres Gresik Rovan Richard Mahenu mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah kasus tersebut viral dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Ketua gangster kampungan ini kami tangkap di Mojokerto. Setelah aksinya viral, pelaku berusaha melarikan diri,” ujar AKBP Rovan Richard Mahenu, Jumat (9/1/2026).

Menurut Kapolres, MYS berperan sebagai provokator yang mengajak dan mengendalikan kelompok remaja, sebagian besar masih di bawah umur, untuk melakukan konvoi dan sweeping di sejumlah wilayah. Kelompok tersebut berjumlah sekitar 20 orang dan menyasar warga yang mengenakan atribut perguruan lain.

“MYS ini yang mengumpulkan anak-anak di bawah umur yang bisa dia kontrol. Mereka diajak konvoi, lalu sweeping mencari sasaran. Ini jelas perbuatan gangster kampungan,” tegasnya.

Dalam proses penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Karena membahayakan keselamatan anggota, kami melakukan tindakan tegas sesuai prosedur,” kata Rovan.

Sebelumnya, Tim Macan Giri Satreskrim Polres Gresik telah mengamankan enam anggota gangster yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Dari jumlah itu, lima orang diketahui masih berstatus anak di bawah umur dan tidak terlibat langsung dalam pembacokan.

Kasat Reskrim Polres Gresik Arya Widjaya menjelaskan, kelima anak tersebut hanya mengikuti konvoi dan saat ini berstatus sebagai saksi.

“Mereka hanya ikut konvoi, tidak melakukan pemukulan atau pembacokan. Karena itu kami jadikan saksi,” jelas Arya, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, para pelaku berasal dari berbagai perguruan silat dan ada pihak tertentu yang sengaja memprovokasi untuk mencari sasaran dengan dalih atribut perguruan lain. Modus tersebut kemudian berkembang menjadi aksi pencurian dengan kekerasan.

“Dengan membawa golok dan linggis, mereka menakut-nakuti warga dan merampas barang, termasuk ponsel milik penjual nasi goreng. Ini murni begal berkedok gangster atau perguruan,” tegas Arya.

Polres Gresik memastikan akan menindak tegas pelaku kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat serta meningkatkan patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Gresik. *