Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Khofifah Ajak Warga Jatim Perkuat Toleransi Imlek dan Ramadhan, Tegaskan Harmoni sebagai Kekuatan Daerah

22
×

Khofifah Ajak Warga Jatim Perkuat Toleransi Imlek dan Ramadhan, Tegaskan Harmoni sebagai Kekuatan Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Sentrapos.co.id | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat memperkuat toleransi dan harmoni dalam momentum perayaan Imlek 2577 Kongzili serta menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Menurutnya, Jawa Timur sebagai provinsi multikultur yang dikenal sebagai “rumah bersama” harus terus merawat semangat persatuan di tengah keberagaman.

“Perbedaan adalah kekuatan. Kita harus terus menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai agar persatuan dan persaudaraan dalam harmoni keberagaman di Jawa Timur dapat terus terjaga,” ujar Khofifah saat menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek di Surabaya, Selasa.


Imlek Jadi Momentum Refleksi Kebersamaan

Khofifah menegaskan, perayaan Imlek tidak hanya dirasakan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi momen refleksi bersama tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Ia berharap nilai-nilai understanding (kesepahaman), respect (saling menghormati), dan trust (saling percaya) dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.

“Mari kita rawat kebersamaan ini agar Jawa Timur tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Dengan saling percaya dan menghormati, kita bisa menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat,” katanya.


Semangat Imlek Sambut Ramadhan

Gubernur juga mengaitkan semangat Imlek dengan persiapan menyambut Ramadhan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial.

Menurut Khofifah, menjelang Ramadhan, penguatan kesalehan sosial perlu dilakukan dalam suasana yang rukun dan harmonis.

“Menjelang Ramadhan, mari kita perkuat kesalehan sosial di tengah kerukunan umat. Dengan suasana yang penuh saling menghargai, ibadah akan terasa lebih khusyuk dan membawa kedamaian bagi semua,” tuturnya.


Kerukunan Tanggung Jawab Bersama

Khofifah menekankan, menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Upaya bersama diperlukan untuk meminimalkan potensi konflik sekaligus memperkuat persaudaraan lintas agama dan budaya.

Ia optimistis, semangat toleransi dalam setiap momentum keagamaan akan memperkuat persatuan bangsa serta menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan di Jawa Timur.

Dengan harmoni yang terjaga, Jawa Timur diharapkan tetap menjadi contoh praktik keberagaman yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. (*)

Example 300250