Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Khofifah Apresiasi RSUD Syamrabu Bangkalan: Inovasi Farmasi Robotik dan Surplus BPJS Jadi Model RS Daerah

41
×

Khofifah Apresiasi RSUD Syamrabu Bangkalan: Inovasi Farmasi Robotik dan Surplus BPJS Jadi Model RS Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi terobosan layanan kesehatan berbasis teknologi serta capaian kinerja keuangan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (RSUD Syamrabu) Bangkalan yang berhasil mencatatkan surplus keuangan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut Khofifah, capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah tantangan penyesuaian anggaran kesehatan secara nasional. Ia menilai keberhasilan RSUD Syamrabu menunjukkan kemampuan manajemen rumah sakit daerah dalam mengelola anggaran secara kreatif, efisien, dan bertanggung jawab.

“Kabar bahwa di RSUD Syamrabu ini surplus lewat BPJS Kesehatan tentu menjadi angin segar. Di tengah isu penyesuaian anggaran nasional, kemampuan pemerintah daerah dan seluruh jajarannya untuk kreatif dalam mengelola anggaran memang sangat dibutuhkan,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Senin.

Bukti Tata Kelola Sehat di Tengah Tantangan

Khofifah menegaskan, surplus keuangan yang dicapai RSUD Syamrabu mencerminkan efisiensi manajemen operasional serta tata kelola keuangan yang sehat, tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat.

Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu memberikan pelayanan optimal kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meski berada di bawah tekanan pembiayaan kesehatan yang terus meningkat.

Farmasi Robotik, Layanan Lebih Cepat dan Akurat

Selain kinerja keuangan, Khofifah juga menyoroti penerapan teknologi Farmasi Robotik di RSUD Syamrabu Bangkalan. Rumah sakit ini telah mengimplementasikan sistem otomatisasi penyimpanan dan pendistribusian obat CONSIS yang terintegrasi secara digital.

“Digitalisasi terjadi di semua lini dan semua aspek. Tadi kita lihat bersama bagaimana kecepatan pengambilan obat sejak resep diterima hingga sampai ke pasien. Sangat bagus dan sangat advance,” katanya.

Dengan teknologi tersebut, proses peracikan dan pengambilan obat dapat dilakukan dalam hitungan detik, sehingga memangkas waktu antrean pasien sekaligus menekan risiko kesalahan manusia (human error) dalam pelayanan farmasi.

“Karena memangkas waktu peracikan dan pengambilan obat, antrean pasien juga berkurang signifikan. Semua dilakukan sangat cepat,” imbuh Khofifah.

Jadi Contoh RSUD di Jawa Timur

Khofifah berharap inovasi farmasi robotik dan keberhasilan pengelolaan keuangan RSUD Syamrabu dapat menjadi role model bagi rumah sakit umum daerah lain di Jawa Timur.

Ia mendorong RSUD di berbagai daerah untuk berani berinvestasi pada teknologi medis modern, dengan tetap diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta orientasi utama pada pelayanan masyarakat.

“Inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan SDM dan komitmen pelayanan. Tujuannya satu, memberikan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. *