SURABAYA | Sentrapos.co.id – Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah melalui program Pasar Murah Ramadhan.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, pasar murah tahun ini diintegrasikan secara khusus dengan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Program ini telah dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) di Banyuwangi dan akan digelar bergilir di berbagai daerah.
Strategi Stabilisasi Harga dan Penguatan Ekonomi Lokal
Khofifah menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar intervensi harga, tetapi juga instrumen strategis pengendalian inflasi daerah.
“Pasar murah ini bukan hanya untuk stabilisasi harga, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan UMKM lokal agar produknya semakin dikenal dan terserap pasar,” tegasnya.
Dengan integrasi UMKM, masyarakat tidak hanya memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi lokal. Kebijakan ini dinilai mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan usaha kecil di daerah.
Lokasi Strategis, Hindari Kompetisi dengan Pasar Tradisional
Pemprov Jatim menempatkan pasar murah di kawasan permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari persaingan langsung dengan pedagang setempat.
Penempatan strategis tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap komoditas bersubsidi tanpa mengganggu ekosistem perdagangan yang sudah ada.
Harga Komoditas Lebih Murah dari Pasaran
Pasar Murah Ramadhan menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya:
-
Beras premium: Rp14.000/kg
-
Beras medium: Rp11.000/kg
-
Beras SPHP: Rp11.000/kg atau Rp55.000/5 kg
-
Daging ayam: Rp30.000/kg (pasaran ±Rp42.000/kg)
-
Telur ayam: Rp22.000/kg (pasaran ±Rp30.000/kg)
-
Gula pasir: Rp14.000/kg
-
MinyaKita: Rp13.000/liter
-
Tepung terigu: Rp10.000/kg
-
Bawang putih: Rp6.000/250 gram
-
Bawang merah: Rp7.000/250 gram
-
Cabai rawit merah: Rp4.000/100 gram
-
Cabai merah besar: Rp2.000/100 gram
Ketersediaan komoditas tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta menekan lonjakan harga menjelang hari raya.
Melalui integrasi UMKM dan intervensi harga yang terukur, Pemprov Jatim menargetkan inflasi tetap terkendali serta distribusi pangan berjalan stabil hingga Idul Fitri 1447 H. (*)




















