Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANPERISTIWA

Khofifah Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026 di Jatim: 24,9 Juta Pemudik Diprediksi Masuk, OMC Diterapkan

82
×

Khofifah Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026 di Jatim: 24,9 Juta Pemudik Diprediksi Masuk, OMC Diterapkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan aman, lancar, dan nyaman.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul tingginya potensi pergerakan masyarakat menuju Jawa Timur selama periode mudik tahun ini.

“Kesiapsiagaan sudah kami lakukan melalui Apel Ketupat Semeru dan rapat koordinasi berlapis. Mudah-mudahan semua berjalan aman, lancar, dan masyarakat bisa berkumpul bahagia bersama keluarga,” ujar Khofifah, Selasa (17/3/2026).


24,9 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jatim

Berdasarkan proyeksi, sebanyak 24,9 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Timur.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada 27 Maret 2026.

Lonjakan mobilitas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menyiapkan berbagai langkah antisipatif.


Antisipasi Cuaca Ekstrem, OMC Diterapkan

Selain aspek keamanan, Pemprov Jatim juga fokus pada mitigasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem.

Sebagai langkah strategis, pemerintah akan kembali menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 16 hingga 24 Maret 2026.

“Kami berharap dengan OMC, intensitas hujan bisa dikendalikan sehingga masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” jelasnya.


Mudik Gratis dan Konektivitas Layanan Diperkuat

Dalam rangka mendukung kelancaran mudik, Pemprov Jatim juga menyediakan program mudik gratis bagi 9.320 orang menggunakan moda transportasi bus dan kapal laut.

Selain itu, sebanyak 200 unit sepeda motor juga akan difasilitasi untuk diangkut demi mengurangi kepadatan di jalur darat.

“Kami ingin layanan yang diberikan benar-benar maksimal, terjangkau, dan memudahkan masyarakat,” tegas Khofifah.


Pelayanan Publik Tetap Berjalan Saat WFA

Di sisi lain, penerapan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas maksimal 50 persen pegawai tetap diimbangi dengan komitmen menjaga kualitas pelayanan publik.

Koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk rumah sakit milik Pemprov Jatim, diminta tetap optimal selama periode libur Lebaran.

“Konektivitas antar sektor harus terjaga agar pelayanan tetap berjalan dan respons cepat dapat dilakukan,” pungkasnya.


Imbauan Waspada dan Sinergi Lintas Sektor

Khofifah juga mengajak seluruh pihak, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta BMKG, untuk terus bersinergi dalam mengantisipasi potensi gangguan selama arus mudik dan balik.

Langkah ini dinilai krusial guna menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran. (*)

Example 300250