SURABAYA | Sentrapos.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi, khususnya Liquified Petroleum Gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM).
Imbauan ini disampaikan menyusul adanya laporan kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah daerah, yang dipastikan bukan karena kekurangan stok, melainkan kendala distribusi yang kini telah tertangani.
“Stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pengawasan distribusi yang lebih ketat.
Langkah ini dilakukan guna memastikan LPG subsidi, khususnya tabung 3 kilogram, tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
“Distribusi harus berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran. Ini penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG,” tegasnya.
Pemprov Jatim juga telah menerbitkan kebijakan strategis melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Distribusi LPG 3 Kilogram.
Tim ini bertugas melakukan sosialisasi, pembinaan, pengawasan, hingga evaluasi penggunaan LPG subsidi di lapangan.
Selain itu, pengawasan juga menyasar sektor usaha yang masih menggunakan LPG subsidi, seperti hotel, restoran, kafe, hingga usaha jasa lainnya.
“LPG 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kita harus jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Dalam upaya menjaga pasokan, Pemprov Jatim bersama PT Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan tambahan pasokan LPG secara signifikan.
Di Kabupaten Banyuwangi, misalnya, dilakukan penyaluran tambahan sebanyak 103.600 tabung LPG selama Maret 2026 atau setara 163 persen dari distribusi normal.
“Jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau sekitar 173,8 persen dari rata-rata normal,” jelas Khofifah.
Sementara itu, di Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Tulungrejo, distribusi LPG juga telah kembali normal setelah dilakukan penambahan suplai dan koordinasi dengan agen serta aparat.
Pemprov Jatim turut menggandeng berbagai pihak seperti pemerintah kabupaten/kota, Hiswana Migas, serta aparat TNI/Polri dalam pengawasan distribusi energi melalui satuan tugas (satgas) pangan.
Sebagai bagian dari edukasi publik, masyarakat juga diimbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi serta tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar.
“Bagi masyarakat mampu, kami dorong menggunakan LPG nonsubsidi agar subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas energi di Jawa Timur serta mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku UMKM, petani, dan nelayan. (*)
Poin Utama Berita
- Gubernur Jatim pastikan stok LPG dan BBM aman
- Warga diimbau tidak panic buying
- Kelangkaan LPG di beberapa daerah akibat distribusi, bukan stok
- Pemprov Jatim perketat pengawasan distribusi LPG subsidi
- Tambahan pasokan LPG hingga 173,8% di Banyuwangi
- Distribusi di Bojonegoro sudah kembali normal
- LPG subsidi diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu
- Usaha diminta beralih ke LPG nonsubsidi
- Koordinasi lintas sektor diperkuat bersama Pertamina dan aparat

















