Khofifah Tetapkan Empat Prioritas Pembangunan Jatim 2026: Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Sosial
Malang Kota | Sentrapos.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 memprioritaskan pada penguatan pelayanan empat bidang, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial.
"Kami akan terus memperkuat pelayanan dasar supaya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini akan jadi pondasi pembangunan yang menjadi prasyarat bagi kemajuan di tahun-tahun berikutnya," kata Khofifah di Kota Malang, Sabtu.
Khofifah membedah satu per satu konsep penguatan pada masing-masing bidang yang menjadi prioritas pada 2026.
Pertama, untuk pemerataan dan peningkatan akses layanan pendidikan dilakukan melalui Jatim Cerdas yang dibarengi dengan pemberian beasiswa pendidikan tinggi hingga memperkuat sistem belajar mengajar di sekolah terbuka serta pesantren.
Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dan pengembangan kurikulum pendidikan menengah kejuruan atau vokasi sampai pada sekolah berasrama atau boarding school.
Kedua, untuk bidang kesehatan mengandalkan program Jatim Sehat yang di dalamnya meliputi, seperti pemerataan dan peningkatan akses layanan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan, dan peningkatan kesejahteraan tenaga medis serta tenaga kesehatan.
Ketiga, di bidang infrastruktur akan difokuskan menerapkan Jatim Akses dam Jatim Lestari yang meliputi percepatan pembangunan jalan lintas pantai selatan, penguatan koordinasi dan kerja sama antarwilayah untuk pengelolaan kawasan perkotaan, hingga pembangunan dan saran prasarana ke pelabuhan.
Keempat, kata Khofifah, Pemprov Jatim menekankan program Jatim Sejahtera sebagai dasar penguatan layanan bidang sosial, di antaranya perlindungan sosial adaptif, terintegrasi dan inklusif, peningkatan akses infrastruktur pelayanan dasar, dan pengembangan ekonomi lokal.
Arah kebijakan 2026 tersebut telah dipaparkan Khofifah saat memimpin penyelenggaraan Rapat Pleno Pemprov Jawa Timur yang dilakukan secara daring, Jumat (2/1).
Khofifah mengatakan melalui rapat pleno itu, pihaknya tidak hanya melakukan sinkronisasi strategi implementasi kebijakan untuk periode 2026, tetapi sekaligus mengevaluasi program kerja yang dijalankan sepanjang 2025.
Diharapkan serangkaian upaya menyiapkan jalannya program 2026 bisa berjalan lebih baik ketimbang 2025.
"Semua prediksi dan mitigasinya disiapkan. Kami sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan realisasi lebih signifikan supaya hasilnya lebih berdampak," ujarnya. (*)