Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
OTOMOTIF

Kimi Antonelli Menang Emosional di F1 GP China 2026, Pembalap Mercedes Ini Menangis Usai Raih Kemenangan Perdana

78
×

Kimi Antonelli Menang Emosional di F1 GP China 2026, Pembalap Mercedes Ini Menangis Usai Raih Kemenangan Perdana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SHANGHAI | Sentrapos.co.id — Pembalap muda tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, Kimi Antonelli, tak kuasa menahan haru setelah berhasil menjuarai seri Formula One World Championship Grand Prix China 2026 di Shanghai International Circuit, Minggu (15/3/2026).

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan perdana Antonelli di Formula 1, sekaligus momen emosional bagi pembalap muda asal Italia itu yang menjalani debut F1 pada musim 2025.

Sesaat setelah finis, Antonelli tampak menahan tangis ketika menyampaikan rasa terima kasih kepada timnya.

“Saya tak bisa berkata-kata. Jujur, saya ingin menangis. Terima kasih banyak kepada tim saya karena mereka membantu saya mewujudkan mimpi ini,” ujar Antonelli di parc fermé.

Start Sulit, Bangkit Salip Ferrari

Memulai balapan dari posisi pole, Antonelli sempat mengalami tekanan pada awal lomba.

Selepas start, ia sempat disalip oleh dua pembalap Scuderia Ferrari, yakni Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.

Namun pembalap berusia 19 tahun itu segera bangkit. Pada lap pembuka ia berhasil kembali menyalip Leclerc untuk merebut posisi kedua.

Hanya satu lap berselang, Antonelli sukses menyalip Hamilton dan langsung mengambil alih pimpinan balapan.

Sejak saat itu ia mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis, meski sempat melebar di Tikungan 14 pada lap ke-53.

“Startnya tidak mudah. Saya mungkin terlalu ngotot menutup jalur dalam sehingga memberi ruang bagi Ferrari. Tapi akhirnya kecepatan mobil kami sangat baik,” kata Antonelli.

Bawa Italia Kembali ke Puncak

Kemenangan ini juga menjadi momen bersejarah bagi dunia balap Italia.

Antonelli menjadi pembalap Italia pertama yang memenangkan Grand Prix Formula 1 sejak kemenangan Giancarlo Fisichella di GP Malaysia 2006 bersama tim Renault.

“Saya sangat senang. Kemarin saya bilang ingin membawa Italia kembali ke puncak dan hari ini kami berhasil melakukannya,” ujar Antonelli.

Cetak Rekor Pembalap Termuda

Antonelli meraih kemenangan tersebut pada usia 19 tahun 203 hari, menjadikannya pemenang balapan termuda kedua dalam sejarah Formula 1.

Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh Sebastian Vettel, yang menjuarai GP Italia 2008 pada usia 21 tahun 73 hari.

Meski sempat merasa tegang pada lap-lap akhir karena kondisi ban yang menurun, Antonelli akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan hingga garis finis.

“Saya sempat deg-degan menjelang akhir karena ban mulai bermasalah, tetapi ini balapan yang luar biasa,” pungkasnya.

Kemenangan di GP China ini menjadi tonggak penting bagi karier Antonelli sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di dunia Formula 1.

(*)