BANYUWANGI | Sentrapos.co.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan, terintegrasi, dan bernilai tambah.
Program strategis nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dibangun di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Lokasinya berdampingan langsung dengan Kampung Mandar, sentra kuliner olahan hasil laut yang telah dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan.
“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini menambah daya tarik pusat kuliner seafood. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung penguatan sektor pariwisata dan ekonomi Banyuwangi,” ujar Ipuk Fiestiandani, Sabtu (1/2/2026).
Proyek Hampir Rampung, Usung Arsitektur Osing
Ipuk menjelaskan, progres pembangunan KNMP Banyuwangi telah memasuki tahap akhir. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyempurnaan fisik bangunan serta penataan kawasan pendukung.
KNMP Banyuwangi mengusung arsitektur Osing sebagai identitas utama. Enam unit bangunan inti dirancang menyerupai rumah adat Suku Osing, diperkaya ornamen batik Gajah Oling yang menjadi ciri khas budaya lokal Banyuwangi. Perpaduan sentuhan modern dan kearifan lokal ini diharapkan memperkuat identitas kawasan pesisir sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
“Karakter budaya Banyuwangi kami hadirkan secara utuh di kawasan ini, sehingga KNMP tidak hanya menjadi pusat aktivitas nelayan, tetapi juga wajah baru wisata bahari Banyuwangi,” kata Ipuk.
Sentra Nelayan Modern Terintegrasi
KNMP Banyuwangi dirancang sebagai kampung nelayan modern yang terintegrasi. Kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain dermaga sandar perahu, tempat pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, balai pertemuan, serta unit pengolahan hasil laut.
Selain menunjang aktivitas nelayan, kawasan ini juga disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru, sehingga hasil tangkapan nelayan dapat diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai tambah sebelum dipasarkan.
“Dengan konsep terintegrasi ini, kami berharap nelayan tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi lebih besar dari pengolahan hasil laut,” tegas Ipuk.
Anggaran Rp10 Miliar, Rampung Februari
Sementara itu, Pelaksana Proyek KNMP Banyuwangi, Rendra Kurnia, menyampaikan bahwa pembangunan kawasan tersebut didukung anggaran lebih dari Rp10 miliar dan kini berada pada tahap penyelesaian akhir.
“Kami menargetkan Kampung Nelayan Merah Putih Lateng Banyuwangi rampung pada pertengahan Februari 2026,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KNMP Banyuwangi merupakan satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia. Program ini diharapkan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di wilayah ujung timur Pulau Jawa.




















