Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATAN

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Studi Tiru Jadi Kunci Perubahan Perilaku Warga

28
×

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Studi Tiru Jadi Kunci Perubahan Perilaku Warga

Sebarkan artikel ini
Menteri Lingkungan Hidup / Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) terus memperkuat strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui kegiatan studi tiru yang melibatkan perwakilan pemerintah daerah dari Banjarmasin dan Banjarbaru.

Program ini diikuti oleh camat, lurah, serta perangkat daerah sebagai sarana pembelajaran langsung dari praktik terbaik pengelolaan sampah di wilayah perkotaan yang telah berjalan efektif.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sampah yang kian kompleks.

“Kehadiran Bapak-Ibu sekalian kita maknai sebagai upaya serius untuk membuka wawasan dan melihat langsung praktik pengelolaan sampah. Ini bukan kunjungan biasa, tetapi langkah nyata untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah di daerah masing-masing,” tegas Hanif, Sabtu (4/4/2026).

Camat dan Lurah Jadi Garda Terdepan

Hanif menekankan bahwa camat dan lurah memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam mengubah perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

Sebagai bagian dari kegiatan, peserta dijadwalkan mengunjungi Kelurahan Rorotan, yang dikenal sebagai kawasan percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Di wilayah ini, perubahan signifikan berhasil dicapai—dari kondisi awal yang belum tertata hingga masyarakat mulai terbiasa memilah sampah dari rumah tangga.

Perubahan Perilaku Jadi Kunci

Menurut Hanif, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas atau teknologi, tetapi sangat bergantung pada perubahan budaya masyarakat.

“Fasilitas sudah dibangun, namun tidak akan optimal jika sampah masih bercampur. Persoalan utama ada pada budaya dan kebiasaan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, perubahan perilaku tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses edukasi, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Kolaborasi Antar Daerah Diperkuat

Melalui studi tiru ini, KLH/BPLH berharap terjadi pertukaran praktik baik antar daerah, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Program ini juga menjadi langkah strategis untuk mempercepat penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan partisipatif di berbagai daerah di Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • KLH dorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat
  • Studi tiru libatkan Pemkot Banjarmasin dan Banjarbaru
  • Camat dan lurah jadi kunci perubahan perilaku warga
  • Kelurahan Rorotan jadi contoh sukses pengelolaan sampah
  • Masalah utama sampah ada pada kebiasaan masyarakat
  • Edukasi dan pendampingan jadi faktor penting keberhasilan
  • Kolaborasi antar daerah diperkuat untuk solusi berkelanjutan