JAKARTA | Sentrapos.co.id – Komisi VIII DPR RI mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan Umrah pada Ramadan 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada keselamatan penerbangan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menegaskan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama, terutama saat arus keberangkatan Umrah biasanya melonjak tajam di bulan suci.
“Mengimbau masyarakat agar menunda dulu perjalanan Umrah, baik yang direncanakan di akhir Ramadan maupun selama bulan Ramadan,” ujar Abdul dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Keselamatan Jemaah Prioritas Utama
Abdul menekankan masyarakat perlu menunggu pemberitahuan resmi terkait jaminan keamanan penerbangan menuju negara-negara Timur Tengah.
“Keselamatan nyawa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Tidak boleh ada jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan,” tegasnya.
Komisi VIII DPR RI, lanjutnya, akan tetap siaga memantau perkembangan situasi dan mendorong koordinasi intensif antara kementerian terkait, penyelenggara perjalanan ibadah, serta perwakilan Indonesia di luar negeri.
Sejumlah Rute Timur Tengah Terdampak
Sementara itu, pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan operasional penerbangan secara umum tetap berjalan normal dan kondusif. Namun, beberapa rute menuju Timur Tengah mengalami pembatalan dan penundaan akibat penutupan sebagian wilayah udara (airspace closed).
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Soetta, Aziz Fahmi Harahap, menjelaskan sejumlah penerbangan terdampak pembatalan keberangkatan maupun kedatangan.
Maskapai yang terdampak antara lain:
-
Etihad Airways (tujuan Abu Dhabi)
-
Qatar Airways (tujuan Doha)
-
Emirates (tujuan Dubai)
-
Garuda Indonesia (tujuan Doha)
Beberapa penerbangan berstatus cancel, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dari dan menuju Jakarta.
“Secara umum operasional di Bandara Soetta tetap aman, tertib dan lancar. Namun terdapat beberapa penerbangan rute Timur Tengah yang terdampak pembatalan maupun penundaan akibat penutupan wilayah udara,” ujar Fahmi.
Penumpang Diminta Aktif Pantau Informasi
Pihak bandara memastikan penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan sesuai prosedur layanan maskapai.
Calon penumpang tujuan Timur Tengah diimbau untuk aktif memantau perkembangan melalui kanal resmi maskapai atau layanan pelanggan masing-masing.
Situasi terminal disebut tetap kondusif dengan pemantauan berkala guna merespons cepat setiap potensi kendala.
DPR Pastikan Pengawasan Ketat
Komisi VIII DPR RI menegaskan akan terus mengawasi perkembangan situasi dan memastikan koordinasi lintas sektoral berjalan maksimal demi keselamatan seluruh jemaah Indonesia.
Imbauan penundaan ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk menghindari risiko di tengah dinamika geopolitik yang belum stabil. (*)




















