Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Kondisi Andrie Yunus Membaik, Tapi Kornea Mata Rusak Akibat Air Keras: 4 Oknum TNI Masih Diperiksa

45
×

Kondisi Andrie Yunus Membaik, Tapi Kornea Mata Rusak Akibat Air Keras: 4 Oknum TNI Masih Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dilaporkan mulai membaik setelah menjadi korban penyiraman air keras. Namun, ia mengalami kerusakan serius pada kornea mata kanan akibat trauma kimia dengan tingkat keparahan tinggi.

Perwakilan KontraS, Jane, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan medis dari RSCM, luka bakar yang dialami Andrie mencapai sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh, setelah sebelumnya sempat didiagnosis 24 persen.

“Selain luka bakar, terdapat trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tiga pada fase akut, yang menyebabkan penurunan penglihatan dan kerusakan kornea,” ujar Jane dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Rabu (18/3/2026).

Jalani Penanganan Intensif, Kondisi Berangsur Stabil

Meski mengalami cedera serius, kondisi Andrie menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

“Kami beruntung kondisi Andrie sudah membaik dan ditangani dengan sangat baik oleh dokter,” lanjut Jane.

Tim medis telah melakukan pembersihan jaringan rusak pada mata kanan korban serta tindakan operasi berupa transplantasi membran amnion. Prosedur ini bertujuan melindungi permukaan mata dan mempercepat proses penyembuhan.

Namun, demi menjaga kondisi kesehatan korban, pihak keluarga, kuasa hukum, dan KontraS sepakat untuk sementara menutup akses kunjungan.

“Untuk saat ini, kami melarang adanya kunjungan dari pihak mana pun agar pemulihan Andrie optimal,” tegasnya.

Dampak Serangan Meluas, Jadi Sorotan Publik

KontraS menilai serangan ini tidak hanya berdampak pada korban secara individu, tetapi juga menimbulkan efek psikologis yang luas di kalangan masyarakat sipil, khususnya para pegiat hak asasi manusia.

Kasus ini pun menjadi perhatian nasional karena dinilai berkaitan dengan ruang kebebasan sipil dan keamanan aktivis.


Polisi Ungkap 2 Pelaku dari CCTV

Di sisi lain, Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku berdasarkan rekaman CCTV. Keduanya terlihat berboncengan menggunakan sepeda motor saat menjalankan aksinya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyebut dua pelaku tersebut berinisial BAC dan MAK.

“Dua orang yang kami tampilkan tersebut teridentifikasi dari data, masing-masing berinisial BAC dan MAK,” ujarnya.

Dari rekaman yang diperoleh, salah satu pelaku terlihat sebagai eksekutor penyiraman, sementara pelaku lainnya berperan sebagai pengendara.


4 Anggota TNI Diamankan, Proses Berjalan

Sementara itu, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat anggota yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan, penahanan dilakukan setelah para terduga pelaku diserahkan pada Rabu pagi.

“Kami telah menerima empat orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Andrie Yunus,” ungkap Yusri.

Keempatnya adalah NDP (Kapten), SL (Lettu), PHW/BHW (Lettu), dan ES (Serda), yang saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam Jaya.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku, termasuk keterkaitan dengan dua eksekutor yang terekam CCTV.


Komitmen Pengusutan Tuntas

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini menjadi perhatian luas publik. Aparat penegak hukum, baik TNI maupun Polri, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas pelaku dan mengungkap motif di balik serangan tersebut.

Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi kesehatan korban menjadi fokus utama, dengan harapan pemulihan dapat berlangsung optimal tanpa gangguan. (*)

Example 300250