Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SHOWBIZ

Kontroversi Konser Gratis BTS di Seoul: Landmark Menyala Merah Picu Isu Politik, Keamanan Diperketat Total

79
×

Kontroversi Konser Gratis BTS di Seoul: Landmark Menyala Merah Picu Isu Politik, Keamanan Diperketat Total

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEOUL | Sentrapos.co.id – Hitung mundur konser gratis BTS di Seoul semakin memuncak. Namun di tengah euforia comeback album terbaru bertajuk ARIRANG, muncul kontroversi terkait penggunaan warna merah yang menghiasi berbagai landmark kota.

Pemerintah Metropolitan Seoul memutuskan untuk menerangi 15 ikon kota seperti N Seoul Tower, Cheonggyecheon, Sebitseom, dan Lotte World Tower dengan cahaya merah selama dua jam mulai pukul 19.30 waktu setempat, bertepatan dengan hari perilisan album BTS.

Warna Merah Picu Polemik Politik

Keputusan ini langsung menuai reaksi publik. Pasalnya, warna identitas BTS dikenal ungu, sementara merah dianggap sebagai simbol partai oposisi utama di Korea Selatan.

Kondisi ini memicu spekulasi di tengah mendekatnya pemilu nasional pada Juni 2026.

Di media sosial, penggemar BTS atau ARMY melancarkan protes dengan tagar:

#BTSisPurple sebagai bentuk penolakan terhadap penggunaan warna merah yang dinilai sarat muatan politik.

Klarifikasi Agensi: Bukan Agenda Politik

Agensi BTS, HYBE, segera memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa merah merupakan warna utama konsep album terbaru BTS.

“Kami telah meminta otoritas kota menggunakan warna tersebut sesuai konsep album, bukan untuk tujuan politik,” jelas pernyataan resmi HYBE.

Pihak agensi juga mengimbau publik agar tidak menafsirkan kebijakan tersebut dalam konteks politik.

Pengamanan Maksimal, 800 Personel Dikerahkan

Menjelang konser yang diprediksi akan menyedot ratusan ribu penonton di kawasan Gwanghwamun, otoritas Korea Selatan meningkatkan status keamanan.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional menetapkan Siaga Khusus Tingkat 2 dengan pengerahan:

  • Sekitar 800 personel
  • Lebih dari 100 unit peralatan
  • 50 ambulans tambahan dari berbagai daerah

Langkah ini biasanya diterapkan saat potensi bencana besar, namun kali ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dalam event skala masif.

“Langkah ini untuk memastikan keselamatan maksimal selama konser berlangsung,” kata otoritas setempat.

Inspeksi Ketat dan Fasilitas Disiapkan

Wali Kota Seoul, Oh Se Hoon, turun langsung meninjau kesiapan lokasi di Gwanghwamun Square, termasuk panggung utama dan fasilitas umum.

Pemerintah menyediakan lebih dari 2.500 toilet portabel serta menutup akses atap di 31 gedung sekitar lokasi demi mencegah potensi kecelakaan.

“Kami memberi perhatian khusus pada keselamatan dan kenyamanan agar konser dapat dinikmati semua pihak,” ujar Oh Se Hoon.

Rekayasa Lalu Lintas Total

Sejumlah ruas jalan utama di pusat kota Seoul akan ditutup total, termasuk Sejong-daero hingga Stasiun Balai Kota. Pembatasan lalu lintas juga diberlakukan di sejumlah jalur strategis lainnya pada hari konser.

Pengunjung diimbau mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan acara.

Antusiasme Tinggi, Tantangan Besar

Konser gratis BTS ini menjadi salah satu event global terbesar tahun 2026. Di balik antusiasme luar biasa, pemerintah Korea Selatan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan, netralitas, dan kenyamanan publik. (*)