JEMBER | Sentrapos.co.id — Korban banjir bandang di Desa Pakis, Kabupaten Jember, Jawa Timur, bernama Abdul Wahid (52), ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Bedadung, tepatnya di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Selasa (3/2/2026) petang.
Abdul Wahid diketahui merupakan staf Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Panti sekaligus mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis. Korban terseret arus deras saat banjir bandang menerjang rumahnya pada Senin (2/2/2026) malam.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan jenazah korban ditemukan oleh nelayan setempat di aliran sungai yang menuju muara perairan Puger.
“Nelayan Puger menemukan jenazah korban di aliran Sungai Puger Wetan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi,” ujar Edi saat dikonfirmasi.
Dievakuasi Tim Gabungan
Menurut Edi, proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Polairud, relawan, dan unsur kebencanaan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Abdul Wahid langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pakis, Kecamatan Panti, untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Banjir bandang tersebut melanda dua kecamatan di Kabupaten Jember, yakni Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji. Data sementara mencatat sebanyak 38 rumah terdampak, dengan empat rumah mengalami rusak ringan.
Pembersihan Material dan Penanganan Darurat
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama instansi terkait terus melakukan pembersihan sisa material banjir, termasuk lumpur dan bambu yang menyumbat aliran air.
Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dikerahkan di Jembatan Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, untuk membersihkan barongan bambu yang menutup aliran sungai.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Jember membuka dapur mandiri dan menyiapkan sekitar 300 nasi bungkus bagi warga terdampak serta petugas di lapangan. Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan juga memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan di Polindes dan Balai Desa.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Edi mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Badean dan Sungai Bedadung agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dengan durasi panjang.
“Kami mengimbau warga segera mengungsi ke tempat aman jika hujan deras terjadi. Sesuai peringatan dini BMKG, potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur masih berlangsung,” tegasnya.
BMKG memprediksi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor masih dapat terjadi di Kabupaten Jember pada periode 1–10 Februari 2026. *




















