Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

KPK Bongkar Modus Nominee di Bea Cukai, Rekening Pegawai Bawah Diduga Tampung Dana Korupsi

28
×

KPK Bongkar Modus Nominee di Bea Cukai, Rekening Pegawai Bawah Diduga Tampung Dana Korupsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan praktik korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai dengan mengungkap penggunaan rekening pegawai level bawah sebagai penampung aliran dana ilegal.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik saat ini tengah menelusuri praktik penggunaan pihak tertentu sebagai nominee dalam skema pencucian uang hasil korupsi.

“Kami mendalami penggunaan nominee di lingkungan Bea Cukai. Diduga untuk menampung uang dari pihak swasta,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Modus Baru: Rekening Pegawai Bawah dan Safe House

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menemukan berbagai modus baru yang digunakan pelaku untuk menyamarkan aliran dana.

Salah satunya adalah penggunaan rekening pegawai level bawah serta penyimpanan uang di lokasi khusus atau safe house guna menghindari pelacakan aparat penegak hukum.

Sejumlah dana yang disita dari safe house diduga berasal dari perusahaan logistik PT Blueray Cargo, yang disinyalir memberikan suap agar barang impor dapat lolos tanpa pemeriksaan.

Dua Klaster Korupsi Terungkap

KPK mengungkap bahwa kasus ini memiliki dua klaster utama, yaitu:

  • Pengondisian proses impor
  • Pengurusan cukai rokok

Selain dari sektor impor, penyidik juga menemukan aliran dana yang diduga berasal dari perusahaan rokok terkait pengurusan cukai.

Temuan ini memperkuat indikasi adanya praktik korupsi sistemik di sektor kepabeanan.

OTT KPK Sita Puluhan Miliar Rupiah

Kasus ini merupakan hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sebelumnya.

Dalam operasi tersebut, KPK berhasil menyita uang dan aset dengan total mencapai sekitar Rp40,5 miliar, serta tambahan sekitar Rp5 miliar yang ditemukan di safe house di kawasan Ciputat.

Tersangka Baru dan Peran Pengatur Dana

KPK juga menetapkan tersangka baru dalam kasus ini, yakni Budiman Bayu Prasojo, yang diduga berperan dalam mengatur penampungan dana dari pengusaha dan importir.

Peran tersebut diduga krusial dalam menyusun alur distribusi dana agar tidak terdeteksi aparat.

Komitmen KPK Usut Tuntas

KPK menegaskan akan terus menelusuri aliran dana dan mendalami keterlibatan berbagai pihak dalam kasus ini, termasuk kemungkinan aktor lain di balik praktik korupsi tersebut.

“Penelusuran aliran dana dan peran para pihak dalam kasus kepabeanan dan cukai ini terus kami dalami,” tegas Budi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KPK dalam memberantas korupsi di sektor strategis yang berdampak langsung terhadap penerimaan negara. (*)


Poin Utama Berita

  • KPK dalami penggunaan rekening pegawai bawah sebagai nominee
  • Dana korupsi diduga ditampung dari pihak swasta
  • Modus baru: simpan uang di safe house untuk hindari pelacakan
  • PT Blueray Cargo diduga terlibat suap impor
  • Dua klaster korupsi: impor dan cukai rokok
  • OTT KPK sita total lebih dari Rp45 miliar
  • Tersangka baru Budiman Bayu Prasojo berperan atur aliran dana