JAKARTA | Sentrapos.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggencarkan kampanye antikorupsi sepanjang 2026 dengan pendekatan yang lebih kreatif, partisipatif, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui strategi komunikasi yang inovatif, lembaga antirasuah ini berupaya menanamkan nilai integritas tidak hanya secara formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari publik.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menyatakan bahwa kampanye tahun ini mengusung tema besar “Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa.”
“Empat program ini akan berjalan berdampingan, menyasar berbagai kelompok masyarakat, sekaligus menanamkan pesan integritas secara luas,” ujar Amir, Jumat (27/3/2026).
Empat program utama tersebut menjadi wajah kampanye KPK sepanjang tahun ini, yakni Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), BenarBenar, dan Pariwara Antikorupsi.
Melalui program JNBA, KPK akan menyambangi 15 kota/kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Berbeda dari konsep sebelumnya, kegiatan ini dikemas dalam suasana “pasar malam” guna menciptakan interaksi yang lebih santai dan inklusif dengan masyarakat.
Program ini menghadirkan berbagai aktivitas seperti diskusi publik, pemutaran film, permainan edukatif, hingga layanan publik dari berbagai instansi.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami dan menerapkan nilai integritas,” jelas Amir.
Sejak pertama kali digelar, program ini tercatat telah menjangkau lebih dari 1,4 juta masyarakat di berbagai daerah.
Sementara itu, melalui ACFFEST, KPK kembali menggandeng sineas muda untuk menyuarakan pesan antikorupsi melalui karya film. Mengusung tema “Dari Lensa, Integritas Terjaga”, program ini akan berlangsung di 12 provinsi dengan rangkaian kegiatan kompetisi, pemutaran film, hingga diskusi komunitas.
Untuk menjangkau generasi muda secara lebih luas, KPK juga menghadirkan program BenarBenar yang mengusung pendekatan kreatif seperti teater musikal, podcast, hingga kompetisi stand-up comedy bertema antikorupsi.
Selain itu, literasi publik diperkuat melalui penerbitan buku bertema “Jejak Korupsi” serta kolaborasi dengan berbagai komunitas.
Di sisi lain, program Pariwara Antikorupsi difokuskan pada penguatan peran pemerintah daerah dalam membangun komunikasi publik yang transparan dan berintegritas.
Melalui kompetisi kampanye layanan publik, KPK mendorong pemerintah daerah untuk aktif memproduksi konten edukatif terkait pencegahan korupsi.
“Kami ingin membangun ekosistem komunikasi publik yang transparan dan berintegritas hingga ke daerah,” tegas Amir.
Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan, workshop, serta pendampingan bagi pemerintah daerah agar mampu menyusun kampanye yang efektif dan sesuai prinsip antikorupsi.
KPK menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih kreatif dan kolaboratif, KPK berharap nilai integritas dapat tumbuh secara kolektif dan berkelanjutan di tengah masyarakat Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- KPK luncurkan kampanye antikorupsi 2026 dengan pendekatan kreatif
- Tema utama: “Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa”
- Empat program utama: JNBA, ACFFEST, BenarBenar, Pariwara Antikorupsi
- JNBA hadir dengan konsep “pasar malam” di NTB dan NTT
- ACFFEST libatkan sineas muda di 12 provinsi
- Program BenarBenar targetkan generasi muda lewat konten kreatif
- Pariwara Antikorupsi dorong pemda aktif kampanye integritas
- Lebih dari 1,4 juta masyarakat telah terpapar program antikorupsi



















