JAKARTA | Sentrapos.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengumpulkan Rp10,9 miliar dari hasil lelang barang rampasan perkara korupsi sepanjang Maret 2026. Aset berupa tanah dan bangunan menjadi yang paling diminati peserta lelang.
Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikno, menegaskan capaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi pemulihan aset negara dari hasil tindak pidana korupsi.
“Capaian ini mencerminkan efektivitas upaya pemulihan aset yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memastikan aset hasil korupsi dapat kembali dimanfaatkan bagi kepentingan publik,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Secara rinci, nilai lelang barang bergerak mencapai Rp719 juta. Objek yang dilelang meliputi mobil, sepeda motor, sepeda, tas mewah, jam tangan, hingga telepon genggam.
Sementara itu, aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan mendominasi dengan total nilai Rp10,266 miliar atau lebih dari 90 persen keseluruhan hasil lelang.
Total penawaran sempat menyentuh Rp10,985 miliar. Namun, terdapat dua kasus wanprestasi pada lot telepon genggam senilai Rp62,8 juta, sehingga nilai akhir yang berhasil dibukukan menjadi Rp10,922 miliar.
Pelaksanaan lelang dilakukan secara daring melalui sistem open bidding yang kompetitif. KPK mencatat lebih dari 350 peserta ikut serta dalam proses tersebut.
Dari total 26 lot yang ditawarkan, sebanyak 15 lot berhasil terjual, terdiri dari 11 barang bergerak dan 4 barang tidak bergerak.
“Tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses lelang yang transparan,” kata Mungki.
Dalam pelaksanaannya, KPK menekankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, termasuk melalui tahapan aanwijzing atau peninjauan langsung kondisi barang oleh calon peserta sebelum lelang berlangsung.
Seluruh hasil lelang tersebut dipastikan masuk ke kas negara sebagai bagian dari optimalisasi pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi. (*)
Poin Utama Berita
- KPK mengantongi Rp10,9 miliar dari lelang barang rampasan korupsi Maret 2026
- Tanah dan bangunan menjadi aset paling diminati dengan nilai Rp10,266 miliar
- Lebih dari 350 peserta mengikuti lelang secara daring (open bidding)
- 15 dari 26 lot berhasil terjual
- Dua lot gagal (wanprestasi) senilai Rp62,8 juta
- Hasil lelang masuk ke kas negara sebagai pemulihan aset
- Transparansi dan kepercayaan publik meningkat



















