Selain itu, penyidik juga menemukan adanya penarikan uang tunai sekitar Rp3 miliar yang masih didalami lebih lanjut.
Dugaan Intervensi Proyek Outsourcing
KPK menduga selama proses pengadaan jasa outsourcing, Fadia melalui anak serta orang kepercayaannya melakukan intervensi kepada sejumlah kepala dinas.
Intervensi tersebut diduga bertujuan untuk memenangkan PT RNB dalam proyek outsourcing di berbagai perangkat daerah, mulai dari dinas, kecamatan hingga rumah sakit umum daerah.
Bahkan dalam proses pengadaan, perangkat daerah disebut diminta menyerahkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kepada perusahaan tersebut sejak awal.
Hal itu diduga dilakukan agar nilai penawaran perusahaan dapat disesuaikan dengan anggaran proyek.
Fadia Arafiq Ditahan KPK
Saat ini Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq telah ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.
KPK menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. (*)




















