Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Lansia di Surabaya Tertabrak Kereta Api hingga Terseret 127 Meter, Korban Selamat Meski Luka Parah

52
×

Lansia di Surabaya Tertabrak Kereta Api hingga Terseret 127 Meter, Korban Selamat Meski Luka Parah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Rupiono (67), warga Dupak Magersari, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, mengalami kecelakaan serius setelah tertabrak kereta api di perlintasan Jalan Dupak Timur 4, Rabu (25/3/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.21 WIB. Meski sempat terseret kereta api sejauh kurang lebih 127 meter, korban dilaporkan selamat dan dalam kondisi sadar saat ditemukan petugas.

Kabid Darlog BPBD Linmas Surabaya, Linda Novanti, mengungkapkan korban ditemukan dalam kondisi lemas dengan luka serius.

“Kondisi korban sadar, namun lemas saat ditemukan di lokasi,” ujar Linda.

Luka Parah di Kaki, Korban Segera Dievakuasi

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dan evakuasi bersama tim PMI. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban mengalami luka open fraktur pada kaki kanan. Saat ditemukan, sudah tergeletak di samping rel kereta api,” jelasnya.

Diduga Sedang Menyortir Rosokan

Dari informasi yang dihimpun, saat kejadian korban diketahui tengah menyortir barang rongsokan di sekitar lokasi perlintasan kereta api.

Aktivitas tersebut diduga membuat korban tidak menyadari datangnya kereta hingga akhirnya tertabrak.

Imbauan Waspada di Perlintasan Kereta

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar rel kereta api, terutama di perlintasan tanpa penjagaan.

“Keselamatan di jalur rel harus menjadi prioritas. Hindari aktivitas di sekitar rel kereta api untuk mencegah risiko fatal,” tegas petugas.

Edukasi: Bahaya Aktivitas di Area Rel Kereta

Rel kereta api merupakan area berisiko tinggi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas umum. Kurangnya kewaspadaan dapat berakibat fatal, mengingat kecepatan dan jarak pengereman kereta yang terbatas.

Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga jarak aman dan mematuhi rambu-rambu keselamatan demi menghindari kecelakaan serupa. (*detik.com)