LUMAJANG | Sentrapos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan relokasi sementara bagi para pedagang terdampak robohnya bangunan lapak di Pasar Krai, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Insiden tersebut menyebabkan tiga orang pedagang terluka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan, langkah relokasi dilakukan untuk melindungi pedagang agar aktivitas jual beli tetap berjalan dan sumber penghidupan mereka tidak terhenti akibat musibah tersebut.
“Untuk melindungi pedagang Pasar Krai di Kecamatan Yosowilangun, kami menyiapkan relokasi sementara agar aktivitas jual beli tetap berjalan dan para pedagang tidak kehilangan sumber penghidupan,” kata Yudha, Rabu.
Relokasi Sementara demi Keberlanjutan Ekonomi
Menurut Yudha, relokasi bukan hanya solusi darurat, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat kecil.
“Untuk sementara, para pedagang yang terdampak akan kami relokasikan agar tetap bisa berjualan. Kami tidak ingin roda ekonomi mereka terhenti hanya karena musibah ini,” ujarnya.
Relokasi direncanakan memanfaatkan bangunan pasar di bagian tengah Pasar Krai yang dibangun pada tahun 2019. Selama ini, area tersebut digunakan oleh pedagang sayur, namun aktivitasnya relatif sepi karena Pasar Krai dikenal sebagai pasar mingguan.
“Di Pasar Krai lebih banyak pedagang baju, alat pertanian, dan hewan ternak. Pedagang sayur tidak terlalu banyak, sehingga lokasi itu bisa dimanfaatkan sementara untuk menampung pedagang yang terdampak,” jelasnya.
Keselamatan dan Perlindungan Pedagang Jadi Prioritas
Yudha menegaskan, keberlanjutan aktivitas perdagangan menjadi prioritas utama Pemkab Lumajang dalam menangani insiden tersebut. Menurutnya, negara harus hadir tidak hanya saat krisis, tetapi juga dalam memastikan masyarakat tetap dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Yang terpenting, para pedagang tetap bisa mencari nafkah. Pemerintah harus memastikan mereka tidak semakin terpuruk akibat musibah yang tidak mereka kehendaki,” tegasnya.
Selain relokasi, Pemkab Lumajang akan melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang terdampak serta menyiapkan langkah lanjutan agar mereka dapat berjualan dengan aman dan layak. Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan perlindungan sosial dan ekonomi bagi pelaku usaha kecil di pasar rakyat.
“Kami berharap denyut ekonomi Pasar Krai tetap hidup, kepercayaan pedagang terhadap pemerintah terjaga, dan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap aktivitas perdagangan di wilayahnya,” tambah Yudha.
Evaluasi Infrastruktur Pasar
Pascakejadian robohnya lapak, Pemkab Lumajang juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pasar untuk menjamin keamanan pedagang maupun pengunjung di masa mendatang.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan dan keberlangsungan ekonomi rakyat kecil akan terus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan penanganan pasca-bencana. *




















