Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Terungkap! Ledakan Masjid di Jember Bukan Bom, Polisi Sebut Dipicu Zat Kimia di Lemari Besi

67
×

Terungkap! Ledakan Masjid di Jember Bukan Bom, Polisi Sebut Dipicu Zat Kimia di Lemari Besi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JEMBER | Sentrapos.co.id – Misteri ledakan di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya mulai terkuak. Polisi memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh bahan peledak atau bom.

Kapolres Jember, Bobby A Condroputra, menegaskan hasil analisa awal tim gabungan tidak menemukan indikasi unsur terorisme dalam kejadian tersebut.

“Dari hasil analisa sementara dari tim gabungan bahwa tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak yang berada di dalam lemari besi,” ujar Bobby dalam konferensi pers, Kamis (26/3/2026).

Peristiwa ledakan terjadi saat pelaksanaan salat tarawih pada 16 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan jamaah yang tengah beribadah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang dilaporkan mengalami gangguan pendengaran dan harus mendapatkan perawatan medis. Selain itu, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada bagian atap, roster, serta beberapa struktur bangunan masjid.

Polisi bergerak cepat dengan melibatkan tim gabungan untuk melakukan penyelidikan mendalam. Tim tersebut terdiri dari unit identifikasi, Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, Direktorat Reserse Kriminal, tim penjinak bom (Jibom) Gegana Korbrimob Polri, Satbrimob Polda Jatim, hingga Satreskrim Polres Jember.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan adanya reaksi kimia dari zat tertentu yang tersimpan dalam lemari besi di dalam masjid.

“Penyebab ledakan diduga kuat karena bahan kimia seperti Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin) yang mengalami peningkatan suhu hingga memicu ledakan,” jelasnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Tim gabungan masih terus melakukan pendalaman dan setiap perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” tambahnya.

Pasca kejadian, Masjid Raya Pesona sudah kembali digunakan untuk ibadah sejak 17 Maret 2026. Namun, jumlah jamaah dilaporkan sempat menurun karena sebagian warga masih merasa khawatir.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, serta ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Jember,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap penyimpanan bahan kimia, terutama di area publik dan tempat ibadah, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (*)