Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIDAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Tragis! Ledakan Petasan Saat Lebaran 2026 Tewaskan 1 Warga, RSUD Dr Soetomo Tangani 9 Korban Luka Berat

37
×

Tragis! Ledakan Petasan Saat Lebaran 2026 Tewaskan 1 Warga, RSUD Dr Soetomo Tangani 9 Korban Luka Berat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Libur Idul Fitri 2026 diwarnai insiden tragis akibat ledakan petasan. RSUD Dr. Soetomo mencatat sebanyak sembilan korban dirawat dengan berbagai tingkat keparahan, termasuk satu pasien yang meninggal dunia.

Kepala IGD RSUD Dr Soetomo, M Hardian Basuki, mengungkapkan korban mengalami luka mulai dari ringan hingga cedera berat yang melibatkan organ vital.

“Data dari IGD pada tahun ini mencatat sembilan orang dirujuk akibat petasan, dengan tingkat keparahan beragam, dari luka bakar ringan hingga cedera berat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Satu Korban Meninggal Dunia

Dari total korban, satu pasien dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan pria berusia 50 tahun asal Jombang yang mengalami luka berat akibat ledakan.

Sementara itu, satu pasien lainnya telah diperbolehkan pulang. Korban berusia 16 tahun asal Mojokerto mengalami luka bakar sekitar 3 persen di beberapa bagian tubuh, serta cedera serius yang memerlukan tindakan operasi.

“Pasien mengalami luka pada leher, dada, tangan, wajah, serta cedera yang membutuhkan operasi lanjutan,” jelasnya.

Mayoritas Korban Remaja

Mayoritas korban ledakan petasan merupakan remaja berusia 9 hingga 18 tahun. Namun, terdapat pula korban dewasa berusia 26 tahun dan 50 tahun.

Berdasarkan data, korban berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Kertosono, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo, Nganjuk, dan Mojokerto.

Cedera Tak Hanya Luka Bakar

Seluruh pasien luka bakar kini dirawat intensif di unit khusus (Burn Unit). Beberapa di antaranya bahkan telah menjalani operasi lebih dari satu kali oleh tim medis.

Selain luka bakar, korban juga mengalami berbagai cedera serius akibat tekanan ledakan.

“Cedera tidak hanya luka bakar, tetapi juga mengenai mata, telinga, tangan, hingga menyebabkan patah tulang pada jari,” terang dr Hardian.

Kasus Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada

Jumlah korban petasan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan 2025 yang mencatat tujuh kasus. Kondisi ini menunjukkan penggunaan petasan masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan petasan, terutama saat perayaan, guna mencegah cedera berat hingga risiko kematian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari penggunaan petasan demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)