BANDUNG BARAT | Sentrapos.co.id — Kementerian Pekerjaan Umum terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Minggu (1/2/2026) pukul 18.00 WIB, berbagai alat berat dan sarana pendukung telah dikerahkan guna mempercepat evakuasi korban serta pemulihan akses di wilayah terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen kementeriannya untuk hadir langsung di lapangan mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami memastikan seluruh peralatan bekerja optimal hingga proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban dan membuka akses agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Fokus Evakuasi, Akses Jalan, dan Kebutuhan Dasar
Sejak awal kejadian, Kementerian PU mengerahkan alat berat dari sejumlah balai teknis dengan fokus utama percepatan evakuasi korban, pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, serta dukungan air bersih dan fasilitas dasar bagi pengungsi.
Adapun alat berat dan sarana yang dikerahkan meliputi:
-
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat: 8 unit excavator (6 unit PC 75 dan 2 unit PC 200) di area evakuasi A2.
-
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum: 5 unit excavator (2 unit PC 55 dan 3 unit PC 200) di area A1, 5 unit pompa air (alkon) berkapasitas 16,7 liter/detik, serta 1 unit mobil tangki air 5.000 liter.
-
BBWS Cimanuk–Cisanggarung: 1 unit excavator mini PC 55 dan 2 unit pompa air di area A1.
Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat juga menyiapkan 10 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter, 7 unit toilet portabel, 2 mobil tangki air 4.000 liter, serta 2 unit tenda hunian darurat.
Korban Terdampak dan Pencarian Masih Berlangsung
Berdasarkan data Basarnas hingga Minggu (1/2/2026) pukul 18.00 WIB, jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 158 orang. Dari jumlah tersebut, 78 orang berhasil diselamatkan, sementara proses pencarian masih dilakukan terhadap enam orang yang dilaporkan belum ditemukan.
Menteri PU menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana.
“Kolaborasi Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci agar evakuasi berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi. Kami akan terus berada di lapangan hingga seluruh warga terdampak memperoleh bantuan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Kementerian PU memastikan pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkelanjutan dan siap menambah dukungan alat berat maupun fasilitas dasar jika situasi darurat masih berkembang.




















