Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANDAERAH

Longsor Tutup Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo, BBPJN Targetkan Pembersihan Batu Raksasa Tuntas 2 Hari

46
×

Longsor Tutup Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo, BBPJN Targetkan Pembersihan Batu Raksasa Tuntas 2 Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TRENGGALEK | Sentrapos.co.id — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menargetkan proses pembersihan material batu besar akibat longsor yang menutup jalur nasional Trenggalek–Ponorogo dapat diselesaikan dalam waktu dua hari. Proses evakuasi material dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi masih rawan terjadi longsor susulan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jawa Timur, Satuan Kerja Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony, mengatakan pihaknya telah menerjunkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.

Sebanyak empat unit alat berat diturunkan di lokasi kejadian, terdiri dari dua unit ekskavator, satu unit breaker, serta satu unit loader.

“Pekerjaan belum bisa maksimal karena harus dilakukan secara bergantian. Dari Basarnas menyarankan agar batu besar dipecah terlebih dahulu menggunakan breaker, setelah itu baru diangkut menggunakan ekskavator dengan bucket,” ujar Endhy, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tingkat kerusakan infrastruktur akibat longsor tidak terlalu parah sehingga penanganannya diperkirakan dapat dilakukan relatif cepat.

Setelah proses pembersihan material selesai, tim teknis dan perencana akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan langkah penanganan lanjutan di lokasi tersebut.

“Tembok penahan sebenarnya tidak mengalami kerusakan struktural serius. Kerusakan yang terjadi hanya pecah karena tertimpa batu. Begitu juga dengan tembok bagian bawah, pecah karena batu yang jatuh, bukan karena tanah mengalami penurunan,” jelasnya.

BBPJN juga menargetkan perbaikan kerusakan aspal di jalur tersebut dapat rampung sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga arus lalu lintas antara Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo dapat kembali normal.

Selain itu, talud atau dinding penahan tanah yang ambrol akan dibangun kembali secara permanen setelah melalui kajian teknis dan perencanaan yang matang agar konstruksi lebih aman dari potensi longsor di masa mendatang.

“Untuk sementara di bagian bawah kemungkinan akan kami pasang geolandser dan terpal agar tidak terus terkena air. Ini dilakukan sambil menunggu hasil perencanaan teknis penanganan permanen,” tambahnya.

Sebelumnya, tanah longsor terjadi di KM 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, pada Selasa (3/3/2026) petang.

Peristiwa tersebut menyebabkan bongkahan batu berukuran besar menutup total badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah sempat lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Petugas gabungan bersama alat berat kini terus bekerja di lokasi untuk menyingkirkan material longsor demi membuka kembali akses utama penghubung dua kabupaten tersebut. (*)

Example 300250