KOTA BEKASI | Sentrapos.co.id — Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta memastikan seluruh 13 korban longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, berhasil ditemukan setelah operasi pencarian intensif selama dua hari.
Korban terakhir yang ditemukan adalah Riki, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga total korban tewas dalam peristiwa tersebut menjadi tujuh orang, sementara enam korban lainnya berhasil selamat.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari memastikan operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi.
“Sudah ditemukan semuanya. Malam ini telah kami tutup operasinya,” kata Desiana Kartika Bahari melalui pesan singkat, Selasa (10/3/2026).
Daftar Korban Longsor TPST Bantargebang
Berdasarkan data tim SAR, tujuh korban yang dinyatakan meninggal dunia yakni:
-
Enda Widayati
-
Sumine
-
Dedi Sutrisno
-
Irwan Supriatin
-
Jussova Situmorang
-
Hardiyanto
-
Riki
Sementara enam korban yang berhasil selamat adalah:
-
Budiman
-
Johan
-
Safifudin
-
Slamet
-
Ato
-
Dofir
Pada proses pencarian Senin (9/3/2026), tim SAR berhasil menemukan lima korban, yaitu Ato dan Dofir dalam kondisi selamat, serta Jussova Situmorang, Hardiyanto, dan Riki dalam keadaan meninggal dunia.
Pencarian Gunakan Alat Berat, K9 hingga Drone Thermal
Dalam proses evakuasi korban, tim SAR mengerahkan alat berat untuk membuka tumpukan sampah yang longsor. Selain itu, pencarian juga melibatkan anjing pelacak K9 serta drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban dari udara.
“Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan drone thermal untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh,” jelas Desiana.
Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat proses pencarian korban yang tertimbun di area longsoran sampah.
Proses Evakuasi Terkendala Kondisi Sampah dan Cuaca
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengakui bahwa proses pencarian korban tidak berjalan mudah.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi Idham Kholid menyebut kondisi tumpukan sampah yang berubah menjadi lumpur, keras di beberapa bagian, serta bercampur air menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
“Kita agak kesulitan untuk mendapatkan korban yang belum ditemukan karena memang kondisinya di sana sulit,” kata Idham.
Selain itu, hujan lebat yang mengguyur kawasan Bantargebang turut memperlambat proses pencarian karena genangan air muncul di sekitar lokasi longsor.
“Cuaca juga ikut berpengaruh. Pada saat hujan, proses pencarian menjadi sulit karena banyak air di lokasi,” tambahnya.
Longsor Terjadi Minggu
Sebelumnya, peristiwa longsor di TPST Bantargebang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, yang menyebabkan 13 orang menjadi korban.
Insiden tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi TPST Bantargebang merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan fokus penanganan selanjutnya diarahkan pada evaluasi keselamatan kerja di area pengolahan sampah tersebut. (*)




















