TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id — Akses jalan utama warga di Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sempat lumpuh total akibat longsor yang dipicu hujan deras. Material tanah dan batu menutup ruas penghubung Dusun Ngrejeng dan Dusun Turi sejak Jumat (3/4) sore.
Petugas gabungan bersama warga langsung bergerak melakukan pembersihan material longsor sejak Sabtu pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, menyampaikan bahwa penanganan awal dilakukan secara manual sebelum alat berat diturunkan.
“Awalnya pembersihan dilakukan secara manual bersama warga dan instansi terkait. Namun karena volume material cukup tebal, kami turunkan alat berat,” ujar Teguh, Sabtu.
Progres Capai 60 Persen
Hingga siang hari, proses pembersihan telah mencapai sekitar 60 persen. Sebagian akses jalan mulai dapat dilalui meski belum sepenuhnya normal.
Percepatan penanganan dilakukan karena jalan tersebut merupakan jalur vital aktivitas warga sehari-hari.
“Target kami hari ini akses sudah bisa terbuka sepenuhnya,” tegasnya.
Selama akses tertutup, warga terpaksa memutar sejauh kurang lebih satu kilometer melalui jalur alternatif yang kondisinya sulit dilalui.
Waspada Longsor Susulan
Proses pembersihan sempat dihentikan sementara akibat hujan yang kembali turun dan berpotensi memicu longsor susulan.
Petugas di lapangan mengutamakan keselamatan mengingat kondisi tanah masih labil dan rawan pergerakan.
“Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan di lapangan,” tambah Teguh.
Selain di Desa Geger, penanganan longsor juga dilakukan di wilayah lain, yakni Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, yang dilaporkan sempat merusak rumah warga.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya saat intensitas hujan tinggi. (*)
Poin Utama Berita
- Longsor menutup akses jalan utama di Desa Geger, Tulungagung
- BPBD dan warga lakukan pembersihan sejak pagi
- Alat berat diturunkan karena material longsor cukup tebal
- Progres pembersihan mencapai 60 persen
- Jalan merupakan jalur vital aktivitas warga
- Pembersihan sempat dihentikan akibat potensi longsor susulan
- Longsor juga terjadi di Desa Kradinan dan merusak rumah warga

















