Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Gas LPG 3 Kg Langka di Banyuwangi, Harga Tembus Rp30 Ribu! Pemkab Gelar Operasi Pasar, 3.350 Tabung Ludes

102
×

Gas LPG 3 Kg Langka di Banyuwangi, Harga Tembus Rp30 Ribu! Pemkab Gelar Operasi Pasar, 3.350 Tabung Ludes

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANYUWANGI | Sentrapos.co.id — Kelangkaan gas LPG 3 kilogram melanda sejumlah wilayah di Banyuwangi menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 H. Dampaknya, harga gas subsidi tersebut melonjak hingga Rp30 ribu per tabung dan memicu antrean panjang warga.

Kelangkaan ini terjadi selama sepekan terakhir, terutama di wilayah selatan Banyuwangi seperti Kecamatan Genteng, Sempu, dan Songgon. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas, bahkan harus berburu dari satu toko ke toko lainnya.

Yuli Ermawati (37), warga Dusun Kaliputih, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, mengaku harga gas melon kini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp18 ribu.

“Di warung sudah Rp25 ribu sampai Rp30 ribu. Tapi tetap saja susah dicari. Sepekan ini benar-benar langka,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Kondisi ini memaksa warga tetap membeli meski harga melonjak tinggi, mengingat LPG merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Mau mahal tetap dibeli, yang penting ada. Ini justru barangnya sulit sekali,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Ummu Khusnul (38) yang harus berkeliling hingga tujuh warung untuk mendapatkan gas LPG.

“Cari ke tujuh toko baru dapat, itu pun mahal. Sekarang harus hemat, masak sebagian pakai listrik,” katanya.

Warga menilai kelangkaan ini terjadi karena kurangnya antisipasi stok menjelang momen Lebaran, saat kebutuhan meningkat signifikan.


Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Pasar

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat dengan menggelar Operasi Pasar Khusus LPG 3 Kg di lima titik pada Rabu (18/3/2026).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan langkah ini dilakukan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan LPG di masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan extra dropping dan menggelar operasi pasar khusus LPG 3 Kg,” tegas Ipuk.

Dalam operasi pasar tersebut, sebanyak 3.350 tabung LPG 3 Kg didistribusikan dan habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam dengan harga sesuai HET, yakni Rp18 ribu per tabung.

Operasi pasar digelar di lima kecamatan, yakni Wongsorejo (1.110 tabung), Genteng (560 tabung), Songgon (560 tabung), Gambiran (560 tabung), dan Sempu (560 tabung).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie, memastikan pihaknya telah mengajukan penambahan kuota LPG ke Pertamina untuk mengatasi kelangkaan.

“Kami sudah mengirim surat untuk penambahan kuota LPG selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” jelas Nanin.

Pemkab Banyuwangi berencana kembali menggelar operasi pasar lanjutan setelah koordinasi dengan Pertamina, guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.


Antisipasi dan Imbauan

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan yang dapat memperparah kelangkaan.

Kelangkaan ini menjadi peringatan penting bagi penguatan distribusi energi, khususnya menjelang momen peningkatan konsumsi seperti Ramadan dan Idul Fitri.