SITUBONDO | Sentrapos.co.id – Banjir akibat luapan Sungai Lubawang menerjang sekitar seribuan rumah warga yang tersebar di sejumlah desa di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026) malam.
Desa-desa yang terdampak banjir berada di wilayah Kecamatan Besuki, meliputi Desa Jetis, Desa Blimbing, Desa Langkap, Desa Besuki, Desa Demung, dan Desa Pesisir.
Hujan Deras Picu Sungai Meluap
Camat Besuki Yakup Alex Susanto mengatakan, sebelum banjir terjadi, wilayah Kecamatan Besuki dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang selama beberapa jam.
“Hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya, Sungai Lubawang dan beberapa anak sungai tidak mampu menampung debit air dan akhirnya meluap,” ujar Yakup saat dihubungi, Rabu malam.
Luapan sungai tersebut kemudian menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air yang cukup signifikan.
Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa
Menurut Yakup, ketinggian banjir bervariasi antara 40 sentimeter hingga satu meter, bahkan di beberapa titik mencapai dada orang dewasa.
“Ketinggian air rata-rata 40 sentimeter sampai satu meter. Yang terparah terjadi di Desa Pesisir dan sebagian wilayah Desa Besuki. Perkiraan sementara ada sekitar seribuan rumah terdampak,” jelasnya.
Selain di Kecamatan Besuki, informasi yang dihimpun menyebutkan banjir juga merendam rumah warga di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.
Jalan Pantura Tergenang
Tak hanya permukiman, banjir luapan Sungai Lubawang juga menggenangi jalan raya pantai utara (Pantura) yang melintasi Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan, terutama pada malam hari.
Petugas Lakukan Asesmen Bencana
Hingga Kamis dini hari, petugas gabungan dari BPBD Situbondo, Tagana, serta unsur TNI dan Polri masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen dampak bencana.
Pendataan dilakukan di sejumlah kecamatan terdampak, antara lain Kecamatan Bungatan, Kecamatan Mlandingan, Kecamatan Besuki, dan Kecamatan Banyuglugur.
Pemerintah daerah mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Situbondo masih tergolong tinggi. *




















