JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mencatatkan clean sheet perdananya bersama Ajax Amsterdam. Namun, performa tersebut justru menuai kritik dari mantan pemain De Godenzonen, Kenneth Perez.
Paes bermain penuh saat Ajax ditahan imbang 0-0 oleh PEC Zwolle dalam lanjutan Eredivisie, Minggu (1/3). Meski berhasil menjaga gawangnya tetap steril, satu momen di babak kedua menjadi sorotan tajam.
Nyaris Blunder di Menit ke-65
Insiden terjadi pada menit ke-65. Sapuan Paes tidak sempurna dan justru mengenai kaki penyerang Zwolle, Younes Namli. Bola liar kemudian mengarah ke Koen Kostons dan nyaris membahayakan gawang Ajax.
Beruntung, Paes sigap memperbaiki kesalahannya dengan bergerak cepat menutup ruang dan mengamankan bola sebelum menjadi peluang emas bagi lawan.
Namun, Perez menilai situasi tersebut sebagai kesalahan mendasar dalam skema permainan Ajax.
“Mereka punya pembuat masalah terbesar di gawang. Paes memainkan umpan paling gila dan sangat lemah. Anda mesti melakukan umpan yang tepat. Itu selalu terjadi di Ajax,” ujar Perez seperti dikutip dari Voetbal Primeur.
Adaptasi Gaya Bermain Ajax
Kritik senada juga disampaikan pandit ESPN Belanda, Marciano Vink. Ia menilai Paes belum sepenuhnya terbiasa dengan tuntutan permainan Ajax yang mengharuskan kiper aktif membangun serangan dari belakang.
Menurut Vink, sebelum bergabung dengan Ajax, Paes tidak terbiasa memainkan peran sebagai “ball-playing goalkeeper” yang intens terlibat dalam distribusi bola.
“Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax. Dia belum pernah melakukannya, tetapi sekarang dia bermain untuk Ajax,” ujar Vink.
Catatan Evaluasi dan Peluang Berkembang
Terlepas dari kritik tersebut, clean sheet ini tetap menjadi capaian penting bagi Paes. Adaptasi di klub sebesar Ajax memang membutuhkan proses, terlebih dengan filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola yang menjadi ciri khas klub.
Bagi Paes, tantangan ini bisa menjadi momentum pembuktian sekaligus peningkatan kualitas distribusi bola dan pengambilan keputusan di bawah tekanan.
Konsistensi dan kematangan membaca situasi akan menjadi kunci jika ia ingin memperkuat posisinya sebagai kiper utama di Ajax sekaligus mempertahankan performa bersama Timnas Indonesia. (*)




















