Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Macron Serukan ‘Jalan Ketiga’, Sindir Dominasi AS-China dan Balas Serangan Personal Trump

18
×

Macron Serukan ‘Jalan Ketiga’, Sindir Dominasi AS-China dan Balas Serangan Personal Trump

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEOUL | Sentrapos.co.id — Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada negara-negara dunia agar tidak menjadi “bawahan” dua kekuatan besar, yakni Amerika Serikat dan China, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Pernyataan itu disampaikan Macron saat kunjungan resmi ke Korea Selatan dan berbicara di Yonsei University, Jumat (3/4/2026).

“Tujuan kita bukan menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik. Kita tidak ingin bergantung pada dominasi China maupun ketidakpastian Amerika Serikat,” tegas Macron.

Macron mengajak negara-negara seperti Korea Selatan, negara-negara Eropa, Kanada, Jepang, India, Brasil, hingga Australia untuk membangun koalisi global alternatif yang ia sebut sebagai “jalan ketiga”.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan dunia di tengah rivalitas dua kekuatan besar yang dinilai semakin memengaruhi stabilitas global.

Tegang dengan Trump

Pernyataan Macron muncul di tengah memanasnya hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama terkait konflik Iran dan kebijakan militer di Timur Tengah.

Prancis secara tegas menolak memberikan dukungan terhadap operasi militer AS-Israel terhadap Iran, termasuk menolak penggunaan pangkalan udara oleh militer AS.

“Saya tidak percaya situasi akan membaik hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” ujar Macron menegaskan sikap negaranya.

Bahkan, Prancis dilaporkan bergabung dengan Rusia dan China dalam menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang membuka jalan bagi operasi militer untuk mengamankan Selat Hormuz.

Serangan Personal Dibalas

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump melontarkan komentar personal yang menyinggung kehidupan pribadi Macron, termasuk hubungannya dengan istrinya, Brigitte Macron.

Menanggapi hal tersebut, Macron menyebut pernyataan Trump sebagai tidak pantas.

“Komentar itu tidak elegan dan tidak pantas,” kata Macron.

Komentar Trump sendiri merujuk pada video lama yang sempat viral pada 2025 dan menjadi isu sensitif di Prancis.

Hubungan Memburuk

Perbedaan sikap soal konflik Iran, NATO, hingga kebijakan global lainnya kini memperlebar jarak antara Paris dan Washington.

Padahal, pada masa awal kepemimpinan Trump, hubungan keduanya sempat terlihat akrab dan simbolis. Kini, relasi tersebut berubah menjadi saling kritik terbuka, bahkan menjurus personal.

Di dalam negeri Prancis, komentar Trump menuai kecaman keras dari sejumlah tokoh politik. Mereka menilai serangan terhadap kehidupan pribadi pemimpin negara telah melampaui batas etika diplomasi internasional.

Situasi ini menandai babak baru ketegangan geopolitik global, di mana Eropa mulai menunjukkan posisi independen di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China. (*)


Poin Utama Berita

  • Macron serukan negara dunia tidak bergantung pada AS dan China
  • Gagas “jalan ketiga” sebagai alternatif kekuatan global
  • Prancis menolak dukungan militer untuk AS dalam konflik Iran
  • Ketegangan Macron–Trump meningkat, termasuk serangan personal
  • Macron sebut komentar Trump tidak elegan dan tidak pantas
  • Eropa mulai menunjukkan sikap independen dalam geopolitik global