Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Macron Tolak Usulan Trump Kirim Militer ke Selat Hormuz: “Tidak Realistis, Harus Lewat Diplomasi dengan Iran”

25
×

Macron Tolak Usulan Trump Kirim Militer ke Selat Hormuz: “Tidak Realistis, Harus Lewat Diplomasi dengan Iran”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIS | Sentrapos.co.id — Presiden Prancis, Emmanuel Macron, secara tegas menolak opsi pengerahan militer untuk membuka Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons langsung atas dorongan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meminta negara-negara NATO mengirim kapal perang guna mengamankan jalur energi vital dunia tersebut.

Berbicara saat kunjungan ke Korea Selatan pada Kamis (2/4/2026), Macron menilai pendekatan militer bukan solusi, melainkan justru berpotensi memperburuk situasi.

“Beberapa pihak mengusulkan pembukaan Selat Hormuz dengan operasi militer, tetapi sikap itu tidak realistis,” tegas Macron.

Risiko Tinggi dan Tidak Efektif

Macron menilai penggunaan kekuatan militer untuk membuka Selat Hormuz akan memakan waktu lama serta meningkatkan risiko serangan dari pihak Iran.

“Langkah itu bisa membuat semua pihak yang melintas menghadapi ancaman Garda Revolusi dan rudal balistik,” ujarnya.

Menurut Macron, Prancis sejak awal tidak pernah mendukung opsi militer karena dinilai tidak masuk akal dan berisiko tinggi terhadap stabilitas global.

Diplomasi Jadi Satu-satunya Jalan

Macron menegaskan bahwa solusi membuka kembali Selat Hormuz hanya bisa dilakukan melalui jalur diplomasi dengan Iran.

“Selat ini sangat strategis bagi energi, pupuk, dan perdagangan internasional, tetapi pembukaannya hanya bisa dicapai dengan berkonsultasi dengan Iran,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah tidak bisa dicapai melalui tekanan militer, melainkan melalui dialog dan negosiasi yang konstruktif.

NATO Tidak Terlibat

Macron juga menegaskan bahwa konflik yang sedang berlangsung bukan merupakan operasi NATO. Oleh karena itu, negara-negara anggota, termasuk Prancis, tidak memiliki kewajiban untuk terlibat secara militer.

Ia bahkan mengisyaratkan bahwa keputusan Amerika Serikat dan Israel untuk melanjutkan konflik merupakan tanggung jawab masing-masing.

“Kami menginginkan perdamaian secepat mungkin,” ujar Macron.

Ketegangan Global Kian Meningkat

Pernyataan Macron muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang berdampak langsung pada distribusi energi dunia dan lonjakan harga minyak.

Situasi ini menempatkan diplomasi sebagai kunci utama dalam meredam konflik yang berpotensi meluas menjadi krisis global. (*)


Poin Utama Berita

  • Emmanuel Macron menolak usulan militer AS untuk membuka Selat Hormuz
  • Donald Trump mendorong NATO kirim kapal perang ke kawasan
  • Prancis nilai opsi militer tidak realistis dan berisiko tinggi
  • Ancaman IRGC dan rudal balistik jadi pertimbangan utama
  • Macron dorong solusi diplomasi dengan Iran
  • Selat Hormuz krusial bagi energi, pupuk, dan perdagangan global
  • Prancis tegaskan konflik bukan operasi NATO
  • Dunia dihadapkan pada risiko krisis energi global