Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BOLA

GAGAL JUARA! Manchester City Ditahan Bournemouth, Era Dominasi Pep Guardiola Mulai Runtuh? Arsenal Resmi Angkat Trofi Premier League

16
×

GAGAL JUARA! Manchester City Ditahan Bournemouth, Era Dominasi Pep Guardiola Mulai Runtuh? Arsenal Resmi Angkat Trofi Premier League

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MANCHESTER | Sentrapos.co.id – Ambisi Manchester City untuk kembali menguasai Premier League musim 2025/2026 resmi runtuh. Hasil imbang 1-1 kontra Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB memastikan The Citizens gagal meraih gelar Liga Inggris musim ini sekaligus membuka jalan bagi Arsenal menjadi kampiun Premier League.

Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi skuad asuhan Pep Guardiola. Tambahan satu poin tak lagi cukup untuk mengejar Arsenal yang kini resmi mengunci posisi puncak klasemen dan dijadwalkan menerima trofi juara pada 24 Mei mendatang.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kegagalan ini juga menandai mulai memudarnya dominasi Manchester City setelah dua musim beruntun gagal menjuarai Premier League. Situasi serupa terakhir kali terjadi pada periode 2015–2017 sebelum era kejayaan Guardiola dimulai.

“Manchester City masih kuat, tetapi aura tak terkalahkan mereka mulai memudar. Arsenal dan Liverpool kini mampu memanfaatkan celah yang sebelumnya nyaris tidak pernah terlihat di era Guardiola.”

Sejak menit awal, duel Bournemouth vs Manchester City berlangsung dalam tempo tinggi. City berusaha mendominasi penguasaan bola, namun Bournemouth tampil disiplin dan agresif dalam menutup ruang serangan.

Petaka bagi City datang pada menit ke-39 saat Eli Junior Kroupi mencetak gol pembuka lewat sepakan melengkung yang gagal dijangkau Gianluigi Donnarumma. Gol tersebut lahir dari eksploitasi sektor kiri pertahanan City yang sepanjang laga menjadi titik lemah.

Eksperimen Guardiola Jadi Sorotan

Pep Guardiola mendapat kritik tajam atas keputusan taktisnya dalam laga penentuan tersebut. Ia memainkan Mateo Kovacic lebih dalam untuk membantu distribusi bola, namun strategi itu justru membuat kreativitas City menurun drastis.

Kovacic terlihat terlalu jauh dari area berbahaya, sementara Bernardo Silva yang dipindahkan ke sisi kanan kehilangan pengaruh besar dalam mengatur ritme permainan.

Akibatnya, suplai bola kepada Erling Haaland menjadi minim dan mudah dipatahkan pertahanan Bournemouth.

“Perubahan posisi Bernardo Silva membuat koneksi alami lini tengah Manchester City terputus. City kehilangan kreativitas di area vital.”

Meski City akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, hasil imbang tetap memastikan kegagalan mereka dalam perebutan gelar juara.


Ketergantungan pada Haaland Jadi Masalah Besar

Sepanjang musim, Manchester City dinilai terlalu bergantung pada Erling Haaland. Striker asal Norwegia itu menjadi mesin gol utama dengan torehan 38 gol dari total 122 gol City di semua kompetisi.

Namun kontribusi pemain lain dinilai belum cukup konsisten. Phil Foden, Antoine Semenyo, dan Rayan Cherki masing-masing hanya mampu menyumbang 10 gol.

Situasi tersebut membuat beban Haaland sangat tinggi sepanjang musim.

Di sisi lain, performa Antoine Semenyo tetap mendapat apresiasi besar. Pemain tersebut sukses mencetak 20 gol dari expected goals (xG) sebesar 13,79 bersama Bournemouth dan Manchester City sepanjang musim.


Era Baru Manchester City Segera Dimulai?

Kegagalan musim ini juga memunculkan spekulasi besar terkait masa depan Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu disebut berpotensi meninggalkan Etihad Stadium pada akhir musim.

Nama Enzo Maresca langsung muncul sebagai kandidat kuat pengganti Guardiola. Mantan asisten Pep tersebut dianggap memahami filosofi permainan City dan dinilai siap menghadapi tekanan besar di level elite.

Meski demikian, banyak pihak menilai City tidak bisa sekadar melanjutkan sistem lama tanpa perubahan besar.

“Manchester City membutuhkan penyegaran skuad dan identitas baru. Era Guardiola mungkin segera berakhir, tetapi tantangan sesungguhnya baru dimulai.”

Selain isu pelatih, City juga masih menghadapi persoalan serius di lini tengah, terutama ketika Rodri absen. Beberapa gelandang sudah didatangkan dalam beberapa musim terakhir, namun belum ada sosok yang benar-benar mampu menjaga keseimbangan permainan.

Nama Enzo Fernandez bahkan mulai dikaitkan sebagai opsi untuk memperkuat lini tengah City musim depan.


Arsenal Akhirnya Pecahkan Dominasi City

Keberhasilan Arsenal menjuarai Premier League musim ini menjadi bukti bahwa dominasi Manchester City mulai bisa dipatahkan.

The Gunners tampil konsisten dengan pertahanan solid, efektivitas bola mati, serta kestabilan permainan sepanjang musim.

Liverpool sebelumnya juga berhasil menunjukkan bahwa City bukan lagi tim yang mustahil dikalahkan.

Kini, Premier League diprediksi memasuki era persaingan baru yang lebih terbuka setelah bertahun-tahun didominasi Manchester City. (*)


Poin Utama Berita

  • Manchester City gagal juara Premier League usai imbang 1-1 melawan Bournemouth.
  • Arsenal resmi menjadi juara Liga Inggris musim 2025/2026.
  • Dominasi Manchester City mulai dinilai memudar dalam dua musim terakhir.
  • Pep Guardiola dikabarkan berpotensi meninggalkan Etihad Stadium.
  • Enzo Maresca disebut kandidat kuat pengganti Guardiola.
  • Ketergantungan City terhadap Erling Haaland menjadi sorotan besar.
  • Eksperimen taktik Guardiola saat melawan Bournemouth menuai kritik.
  • Manchester City diprediksi melakukan perombakan skuad musim depan.
  • Arsenal sukses mematahkan dominasi City lewat konsistensi permainan.