Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Alasan Pembangunan Gedung MUI 40 Lantai di Jakarta, Tegaskan Bukan Terkait Isu BoP

24
×

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Alasan Pembangunan Gedung MUI 40 Lantai di Jakarta, Tegaskan Bukan Terkait Isu BoP

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membeberkan latar belakang rencana pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) setinggi 40 lantai di jantung Jakarta. Menurutnya, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi kantor MUI yang dinilai sudah tidak representatif bagi organisasi umat Islam terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Mukernas I MUI di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

“Saya malu, percuma saya jadi Menteri Agama kalau tidak bisa menghadirkan tempat yang layak buat para pemimpin umat kita. Kita umat Islam paling besar sedunia, tapi belum punya sekretariat yang memadai,” tegas Nasaruddin.

Kantor MUI Dinilai Tak Representatif

Menag menilai kondisi kantor MUI saat ini jauh dari kata layak, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti area parkir kendaraan. Ia membandingkan dengan kantor organisasi keagamaan lain yang dinilai lebih memadai dari sisi fasilitas maupun infrastruktur.

“Tanpa bermaksud membandingkan, saudara kita KWI di Menteng enam lantai dan sangat layak. Kita? Parkir saja susah, dan kondisi di dalamnya belum mencerminkan negara dengan umat Islam terbesar di dunia,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, keberadaan gedung representatif bukan semata soal kemewahan, melainkan simbol penghormatan negara terhadap para ulama dan pemimpin umat.

Komunikasi dengan Presiden Prabowo

Berangkat dari niat tersebut, Nasaruddin mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto. Respons positif pun diberikan oleh Kepala Negara.

“Alhamdulillah ada titik terang. Semua ini berkat doa para ulama dan kiai. Saya hanya melaksanakan amanah,” ungkap Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Rencana pembangunan gedung MUI 40 lantai itu disebut telah diluncurkan bersama Presiden sejak tahun lalu.

Tegaskan Tidak Terkait Board of Peace

Menag secara tegas membantah adanya kaitan antara rencana pembangunan gedung baru MUI dengan sikap MUI terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

“Duluan kita daripada BOP. BOP itu baru kemarin, sedangkan rencana ini sudah sejak tahun lalu dan sudah launching bersama Bapak Presiden. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya,” jelasnya.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.

Tak Hanya untuk MUI, Juga Kelola Dana Umat

Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa gedung tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi MUI. Beberapa lembaga lain, termasuk Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU), juga akan berkantor di sana.

Presiden, kata dia, ingin memastikan pengelolaan dana umat yang selama ini belum optimal dapat ditata secara lebih profesional dan akuntabel.

“Bapak Presiden ingin dana-dana umat yang belum terkelola dengan baik diberikan tempat yang layak agar pengelolaannya lebih profesional. Itu nanti dalam bimbingan MUI. Jadi gedung ini bukan sepenuhnya hanya untuk MUI, tapi juga untuk pemeliharaan dan pengelolaan dana umat,” jelas Nasaruddin.

Simbol Penguatan Peran Umat

Rencana pembangunan gedung MUI 40 lantai di Jakarta diproyeksikan menjadi simbol penguatan peran ulama dan institusi keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain sebagai pusat koordinasi, gedung tersebut diharapkan menjadi pusat kajian, penguatan fatwa, serta pengelolaan dana umat secara transparan dan modern.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk menghadirkan fasilitas yang layak, profesional, dan akuntabel bagi institusi yang menjadi representasi umat Islam Indonesia. *

Example 300250