Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONAL

Menag Nasaruddin Umar: Ramadan 1447 H Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

20
×

Menag Nasaruddin Umar: Ramadan 1447 H Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 Hijriah/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial sekaligus menjaga harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Menurut Menag, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah individual, melainkan sebagai madrasah ruhani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ia bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk kepedulian dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).


Puasa Ajarkan Pengendalian Diri dan Keseimbangan Hidup

Menag menjelaskan, ibadah puasa mengajarkan nilai pengendalian diri dan hidup secara proporsional. Nilai tersebut dinilai penting dalam membangun kehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, serta berkelanjutan, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap lingkungan.

“Ramadan mendidik kita bahwa hidup bukan tentang memuaskan segala keinginan, tetapi tentang kesadaran untuk hidup secara seimbang. Pengendalian diri adalah fondasi keberlanjutan bangsa yang bermartabat,” tegasnya.


Sikapi Perbedaan Awal Ramadan dengan Kedewasaan

Menag juga menyinggung potensi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan 1447 H. Ia mengajak masyarakat menyikapinya dengan kedewasaan dan semangat persaudaraan, mengingat perbedaan merupakan bagian dari kebhinekaan Indonesia.

“Jadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan melunturkan kedekatan hati,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kualitas toleransi dan persatuan bangsa justru diuji dalam situasi perbedaan tersebut.


Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Lebih lanjut, Menag mengimbau umat Islam meneladani Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pribadi dermawan, terutama di bulan Ramadan. Ia berharap keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ramadan, kata Menag, diharapkan melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya saleh secara individual, tetapi juga mampu menghadirkan kebaikan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Marhaban ya Ramadan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan bagi Indonesia tercinta,” tutupnya. (*)

Example 300250