JAKARTA | Sentrapos.co.id – Dudy Purwagandhi bertemu dengan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi kebijakan transportasi dan strategi pengamanan nasional menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
Menhub menegaskan, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk memastikan kelancaran, keamanan, serta stabilitas selama periode mudik dan arus balik.
“Koordinasi dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan Lebaran 2026,” ujarnya.
Perkuat Pengamanan Simpul Transportasi
Bersama Kemenko Polkam, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan pengamanan pada simpul dan koridor transportasi utama. Pengendalian titik rawan kemacetan dan kepadatan menjadi fokus utama.
Selain itu, pengamanan objek vital nasional serta peningkatan sistem keamanan terpadu juga diperkuat, termasuk kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
“Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel POLRI, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan, termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas,” jelas Dudy.
143 Juta Pergerakan Selama Lebaran
Menhub memproyeksikan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai lebih dari 143 juta orang. Sejumlah koridor padat menjadi perhatian khusus, di antaranya:
-
Tol Trans-Jawa
-
Lintasan Merak–Bakauheni
-
Lintasan Ketapang–Gilimanuk
Selain jalur utama tersebut, kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan ruang publik berpotensi padat juga menjadi titik pengawasan terpadu.
Sinergi untuk Mudik Aman dan Lancar
Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah menargetkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.
“Kami berharap, melalui sinergi yang solid ini, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tutupnya.
Pemerintah memastikan seluruh pemangku kepentingan akan bekerja terintegrasi guna meminimalkan risiko gangguan transportasi serta menjaga stabilitas keamanan nasional selama periode mobilitas tinggi tersebut. (*)




















