Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONAL

Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Hancur Akibat Perang Timur Tengah: Depresiasi Hanya 0,3 Persen, Investor Asing Masih Percaya

39
×

Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Hancur Akibat Perang Timur Tengah: Depresiasi Hanya 0,3 Persen, Investor Asing Masih Percaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah klaim yang menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terpuruk akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurut Purbaya, gejolak global memang memicu ketidakpastian di pasar keuangan. Namun, ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga pelemahan rupiah relatif terbatas.

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau dilihat betul, setiap perang rupiah hanya terdepresiasi sekitar 0,3 persen,” ujar Purbaya, Sabtu (14/3/2026).

Menkeu Sindir Pihak yang Pesimistis terhadap Rupiah

Purbaya juga menyindir pihak-pihak yang dianggap terlalu pesimistis terhadap kondisi rupiah saat ini.

Menurutnya, para investor yang benar-benar memiliki modal besar justru masih menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

“Yang real pemain yang punya duit betul bilangnya seperti ini. Tapi yang tidak punya duit malah menjelek-jelekkan,” kata Purbaya.

Ia menilai daya tahan ekonomi nasional terhadap gejolak global masih relatif baik dibandingkan dengan beberapa negara lain.

Investor Asing Dinilai Masih Percaya pada Ekonomi Indonesia

Purbaya menegaskan bahwa optimisme investor asing terhadap Indonesia masih terlihat dari sejumlah indikator pasar keuangan.

Salah satunya adalah Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang masih berada pada level stabil.

Selain itu, selisih imbal hasil atau spread Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury juga hanya mengalami kenaikan tipis.

Spread tersebut naik sekitar 3 basis poin, dari 240 basis poin menjadi 243 basis poin.

“Artinya asing masih percaya kepada kita. Yang domestik saja yang tidak percaya,” tegas Purbaya.

Rupiah Melemah pada Penutupan Perdagangan

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang tercatat melemah pada penutupan perdagangan Jumat (13/3/2026).

Rupiah turun 65 poin atau sekitar 0,38 persen menjadi Rp16.958 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.893 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan ke Rp16.934 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.899 per dolar AS.

Konflik Timur Tengah Picu Sentimen Pasar

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan rupiah salah satunya dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Hal tersebut berkaitan dengan pernyataan pemimpin baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei yang disebut mengisyaratkan kemungkinan penutupan Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

“Penutupan selat tersebut dapat menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global,” ujar Ibrahim.

Lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan pasokan dikhawatirkan dapat memicu tekanan inflasi global.

Harga minyak mentah Brent bahkan sempat mendekati 100 dolar AS per barel.

Risiko Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga Global

Menurut para analis, kenaikan harga energi berpotensi memaksa bank sentral global seperti Federal Reserve (The Fed) menunda rencana penurunan suku bunga.

Jika suku bunga tetap tinggi, maka daya tarik dolar AS terhadap investor global dapat meningkat, sehingga memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Beban Bunga Utang Negara Jadi Sorotan

Dari sisi domestik, pasar juga menyoroti meningkatnya beban pembayaran bunga utang pemerintah yang dinilai dapat membatasi ruang fiskal negara.

Example 300250