Menko PM Muhaimin Ajak Santri Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Liburan ke Jakarta
JAKARTA | Sentrapos.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memfasilitasi dua santri yang menjadi korban ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, untuk berlibur di Jakarta.
“Ini momen libur sekolah. Saya senang bisa mengajak mereka ke Jakarta agar punya pengalaman baru, dan semangat yang lebih besar untuk menatap masa depan,” ujar Muhaimin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Lebih lanjut dia menjelaskan langkah memfasilitasi liburan di Jakarta untuk dua santri diberikan olehnya agar keterbatasan fisik yang dialami mereka akibat peristiwa tersebut, kemudian tidak menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.
Menurut dia, para santri korban musibah tersebut tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang cemerlang.
“Saya ingin mereka tetap punya mimpi besar. Keterbatasan fisik tidak boleh mematikan harapan. Mereka tidak boleh berjalan sendiri,” katanya.
Sementara itu, dia mengatakan berkomitmen mengangkat sejumlah santri yang mengalami amputasi akibat peristiwa tersebut untuk diangkat menjadi anak angkat, seperti Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana.
Ia mengatakan komitmennya tersebut tidak bersifat sementara, tetapi dalam jangka panjang, termasuk untuk memastikan keberlanjutan pendidikan, pendampingan psikososial, serta pemenuhan kebutuhan hidup mereka ke depan.
“Ini bukan sekadar bantuan sesaat. Saya berkomitmen mendampingi mereka dalam jangka panjang. Pendidikan mereka harus tetap berjalan, masa depan mereka harus terjamin,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 29 September 2025, beberapa bangunan Ponpes Al Khoziny roboh, dan mengakibatkan sejumlah santri luka-luka hingga meninggal dunia.
Pada 11 Desember 2025, pemerintah meletakkan batu pertama untuk pembangunan Ponpes Al Khoziny yang biayanya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp125 miliar.(*)