Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Menperin Pastikan Stok Plastik Aman, Harga Naik Dipicu Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan Nafta

28
×

Menperin Pastikan Stok Plastik Aman, Harga Naik Dipicu Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan Nafta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan ketersediaan plastik untuk kebutuhan industri maupun masyarakat dalam kondisi aman, meski harga mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Agus, lonjakan harga plastik dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya pasokan nafta, bahan baku utama industri petrokimia.

“Konflik di Timur Tengah memicu gangguan suplai nafta secara global, sehingga berdampak pada biaya produksi plastik,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Nafta merupakan komponen penting dalam produksi plastik berbasis minyak bumi. Ketergantungan industri global terhadap bahan ini membuat rantai pasok menjadi rentan ketika terjadi gangguan geopolitik.

Akibatnya, distribusi dan produksi mengalami tekanan, yang berujung pada kenaikan harga di tingkat hulu hingga hilir.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini tidak berdampak pada ketersediaan stok di dalam negeri.

“Masyarakat dan industri tidak perlu panik. Stok plastik dipastikan aman dan tetap tersedia di pasar,” tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas produksi nasional, Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri petrokimia tengah menempuh sejumlah langkah strategis.

Salah satunya adalah mencari sumber alternatif pasokan nafta dari negara di luar kawasan Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan.

“Industri sedang aktif menjajaki pasokan nafta dari negara lain sebagai alternatif,” jelas Agus.

Selain itu, industri juga mulai mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga dalam proses produksi untuk menutup kekurangan pasokan nafta.

Langkah lain yang didorong pemerintah adalah peningkatan penggunaan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi bahan baku, guna menjaga keseimbangan pasokan di pasar.

Menperin juga membantah isu yang menyebut stok plastik hanya cukup hingga Mei 2026. Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), subsektor industri kemasan pada Maret 2026 masih berada dalam fase ekspansi tinggi.

“Upaya pengamanan pasokan terus berjalan. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok,” tandasnya.

Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan pelaku industri manufaktur nasional guna memitigasi dampak pelemahan rantai pasok global, sekaligus menjaga daya saing industri dalam negeri.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar serta memastikan kebutuhan plastik untuk sektor industri dan masyarakat tetap terpenuhi. (*)


Poin Utama Berita

  • Menperin pastikan stok plastik nasional aman
  • Harga plastik naik akibat konflik Timur Tengah
  • Gangguan pasokan nafta jadi pemicu utama
  • Pemerintah cari sumber alternatif nafta
  • Industri optimalkan LPG sebagai bahan baku penyangga
  • Daur ulang plastik didorong sebagai solusi
  • Isu stok habis Mei 2026 dibantah pemerintah
  • Industri kemasan masih dalam fase ekspansi
  • Masyarakat diminta tidak panic buying