Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANEKONOMI & BISNIS

Mentan Amran: Cadangan Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Diproyeksi Naik 5 Juta Ton dan Aman hingga Akhir 2026

23
×

Mentan Amran: Cadangan Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Diproyeksi Naik 5 Juta Ton dan Aman hingga Akhir 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.

Menurut Amran, jumlah tersebut menjadi cadangan beras tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Hal itu disampaikan Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Jumat (13/3/2026).

“Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton. Ini tertinggi cadangan kita dan cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cadangan beras kita aman,” ujar Amran.

Cadangan Beras Tertinggi dalam Sejarah

Amran menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Cadangan beras yang mencapai jutaan ton dinilai mampu memberikan jaminan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

Pemerintah juga terus memperkuat sistem distribusi dan produksi pangan agar stabilitas harga serta pasokan tetap terjaga.

Ekspor CPO Meningkat Signifikan

Selain sektor beras, Amran juga melaporkan perkembangan positif pada komoditas strategis lainnya, khususnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Ia menyebut ekspor CPO Indonesia mengalami peningkatan signifikan hingga 6 juta ton.

“Ada kabar menarik Bapak Presiden, ekspor CPO kita naik 6 juta ton. Sedangkan kebutuhan untuk biofuel sekitar 5,3 juta ton, jadi Alhamdulillah meningkat,” kata Amran.

Peningkatan ekspor tersebut turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.

PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Amran menyebut PDB sektor pertanian mencapai 5,74 persen, yang menjadi capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Selain itu, indikator kesejahteraan petani melalui Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami peningkatan signifikan.

“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, yaitu 5,74 persen. Kemudian NTP atau tingkat kesejahteraan petani juga tertinggi selama 33 tahun,” jelas Amran.

Kebijakan Pemerintah Perkuat Sektor Pertanian

Amran menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

Beberapa kebijakan strategis yang dinilai berdampak langsung antara lain kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk hasil pertanian serta penurunan harga pupuk sekitar 20 persen.

“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan harga pupuk turun sekitar 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” ungkap Amran.

Presiden Prabowo: Fondasi Ketahanan Pangan Semakin Kuat

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat.

Namun ia mengingatkan agar pemerintah tetap mencermati seluruh komoditas pangan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan protein masyarakat.

“Saya kira ini sesuatu yang bisa kita yakini sebagai fondasi yang kuat. Apapun yang terjadi, pangan kita aman,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya penguatan sektor perikanan darat, perikanan lepas pantai, dan perikanan tangkap sebagai sumber protein utama bagi masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap stabil di tengah dinamika global. (*)

Example 300250