Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIDAERAHINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Menteri LHK Audit PLTSa Putri Cempo Solo: Efektivitas Operasional Jadi Sorotan

31
×

Menteri LHK Audit PLTSa Putri Cempo Solo: Efektivitas Operasional Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SOLO | Sentrapos.co.id — Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan rencana audit menyeluruh terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo, Kota Solo. Langkah ini diambil karena operasional PLTSa dinilai belum efektif dan menemui sejumlah kendala teknis serta finansial.

“Dari hasil diskusi mendalam, Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan audit terkait financial appraisal kelayakan operasional PLTSa. Karena sistemnya berbeda, sampah tidak dibakar langsung, volumenya kurang dari 1.000 ton per hari. Keputusan ini memerlukan perhatian serius,” kata Faisol, Sabtu (28/3/2026).

Faisol menjelaskan, audit akan menilai apakah PLTSa Putri Cempo memenuhi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Jika layak, pemerintah akan mengambil langkah kongkrit untuk mengoptimalkan fungsinya. Namun, secara teknis, tantangan operasional cukup besar.

“Secara logika teknis, sulit, tapi kami tidak mendahului hasil audit. Appraisal akan dijadikan rujukan sebelum memutuskan kelanjutan operasional,” tegasnya.

Permasalahan Operasional PLTSa Putri Cempo

  • Target awal: mengelola 400-500 ton sampah per hari.
  • Realisasi saat ini: hanya mampu mengolah 50-80 ton per hari, sementara sampah masuk mencapai 300-400 ton per hari.
  • Sistem PLTSa: menggunakan tungku untuk klasifikasi sampah, bukan pembakaran langsung.

Kepala DLH Solo, Herwin Tri Nugroho Adi, menambahkan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama PLN dan pihak terkait untuk memastikan kelayakan teknis dan finansial, serta optimalisasi energi.

Selain itu, Menteri LHK mendorong Pemda turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan sampah dari hulu, termasuk pemilahan organik dan non-organik di rumah tangga. Di Jawa Tengah, tingkat pengelolaan sampah baru mencapai 27,5 persen dari total 17.300 ton/hari.

“Permasalahan sampah harus diselesaikan dari hulu agar tidak membebani TPA. Kepala dinas kita diminta turun ke rumah tangga untuk memilah sampah,” jelas Faisol.

PLTSa Putri Cempo tetap beroperasi sementara menunggu hasil audit dan langkah strategis pemerintah, guna memastikan Kota Solo memiliki pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. (*)


Poin Utama Berita

  1. Menteri LHK Hanif Faisol akan audit menyeluruh PLTSa Putri Cempo Solo.
  2. PLTSa dinilai tidak efektif, hanya mengolah 50-80 ton/hari dari target 400-500 ton.
  3. Audit fokus pada kelayakan teknis dan finansial sesuai Perpres 109/2025.
  4. Pemerintah dorong Pemda dan masyarakat kelola sampah dari hulu.
  5. Evaluasi melibatkan PLN dan pihak terkait untuk optimasi energi dan operasional.
  6. Hasil audit akan menjadi rujukan kebijakan kelanjutan PLTSa.