Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Modus PO Sembako Murah di Surabaya Terbongkar, 15 IRT Tertipu hingga Rp1,5 Miliar—Uang Dipakai Foya-foya & Judi Online

19
×

Modus PO Sembako Murah di Surabaya Terbongkar, 15 IRT Tertipu hingga Rp1,5 Miliar—Uang Dipakai Foya-foya & Judi Online

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Kasus penipuan berkedok open pre-order (PO) sembako murah menggemparkan warga Surabaya. Sebanyak 15 ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Mayoritas korban mengenal pelaku secara pribadi, mulai dari teman sekolah hingga rekan kerja. Kedekatan ini membuat korban mudah percaya, terlebih karena transaksi awal berjalan lancar.

Salah satu korban, Lifa (24), mengaku awalnya tidak curiga karena pesanan kecil selalu dikirim tepat waktu sejak pertengahan 2025.

“Awalnya order sedikit-sedikit, barangnya benar-benar dikirim. Saya jadi percaya dan mulai order banyak,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Pelaku menawarkan berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan beras dengan harga jauh di bawah pasaran. Hal ini mendorong korban meningkatkan jumlah pesanan, bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Namun, masalah mulai muncul pada Februari hingga Maret 2026. Pesanan tak kunjung dikirim dengan berbagai alasan, termasuk penundaan menjelang Lebaran.

“Barang mulai tidak dikirim sekitar pertengahan Maret. Alasannya pending Lebaran,” tambah Lifa.

Puncaknya terjadi pada 25 Maret 2026, saat pelaku mengakui bahwa dana para korban telah habis dan tidak dapat memutar kembali usaha.

“Dia bilang uangnya sudah tidak ada, tidak bisa muter barang lagi,” ungkap korban.

Korban lain, Meidiana (28), mengaku tertarik karena harga sembako yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasar.

“Awalnya lancar, tapi menjelang Lebaran pengiriman macet. Tiba-tiba pelaku minta maaf dan bilang barang tidak ada,” katanya.

Para korban kemudian mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Dari penelusuran, diketahui sebagian uang korban digunakan untuk gaya hidup, seperti membeli ponsel dan emas.

Lebih mengejutkan, suami pelaku diduga menggunakan dana tersebut untuk judi online.

“Ada pembelian iPhone, emas, dan transfer untuk judi online,” ungkap korban lainnya.

Situasi sempat memanas saat keluarga pelaku menuding korban melakukan penjarahan. Namun, korban membantah dan menyatakan barang yang diamankan telah dikembalikan sebelum polisi datang.

Kasus ini akhirnya dilaporkan dan kini ditangani oleh Polda Jawa Timur. Pelaku telah diamankan dan proses hukum masih berjalan.

Sejumlah korban mengalami kerugian besar, bahkan hingga Rp600 juta per orang. Para korban berharap uang mereka dapat kembali melalui proses hukum yang sedang berlangsung.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran harga tidak wajar, terutama dalam sistem pre-order yang belum memiliki jaminan keamanan transaksi. (*)


Poin Utama Berita

  • 15 ibu rumah tangga di Surabaya tertipu modus PO sembako murah
  • Total kerugian korban mencapai Rp1,5 miliar
  • Pelaku dikenal secara pribadi oleh para korban
  • Modus awal: transaksi lancar untuk membangun kepercayaan
  • Pengiriman macet menjelang Lebaran, pelaku mengaku uang habis
  • Dana korban digunakan untuk gaya hidup dan judi online
  • Pelaku telah diamankan Polda Jawa Timur
  • Kasus menjadi peringatan bahaya penipuan berkedok PO murah