JAKARTA | Sentrapos.co.id — Penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 mulai diragukan dapat berlangsung sesuai jadwal akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi keamanan regional yang semakin tidak stabil membuat penyelenggara MotoGP, Dorna Sports, mempertimbangkan berbagai opsi alternatif.
MotoGP Qatar yang rencananya digelar di Sirkuit Lusail pada 10–12 April 2026 merupakan seri keempat dalam kalender MotoGP musim ini, setelah seri Brasil dan Amerika Serikat.
Namun, eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang mulai berdampak pada sejumlah negara di kawasan Teluk membuat pihak penyelenggara kini terus memantau perkembangan situasi.
Dorna Pertimbangkan Perubahan Jadwal
CEO Dorna Sports sekaligus CEO MotoGP Sports Entertainment, Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa kondisi geopolitik saat ini membuat penyelenggaraan balapan di Qatar menjadi tidak mudah.
“Apakah mungkin untuk mengganti ke tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu memiliki rencana B,” ujar Ezpeleta seperti dikutip dari Crash di Madrid.
Menurut Ezpeleta, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan otoritas di Qatar untuk memantau situasi keamanan sebelum mengambil keputusan final terkait penyelenggaraan MotoGP di negara tersebut.
“Kami harus menunggu. Saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi. Kami telah berbicara dengan Qatar sejak hari Minggu dan akan segera membuat keputusan,” katanya.




















