Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINAL

Motor Tak Bertuan Hasil Curanmor Disumbangkan ke SMK, Polrestabes Surabaya Tetap Telusuri Pemilik

39
×

Motor Tak Bertuan Hasil Curanmor Disumbangkan ke SMK, Polrestabes Surabaya Tetap Telusuri Pemilik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Polrestabes Surabaya tidak hanya berfokus mengembalikan sepeda motor hasil pencurian kepada pemiliknya. Kendaraan roda dua yang tidak diketahui pemiliknya akan dialihkan untuk kepentingan pendidikan, khususnya sebagai sarana praktik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ribuan motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut saat ini dipamerkan dalam Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan upaya pencarian pemilik tetap menjadi prioritas utama sebelum kendaraan dialihkan fungsinya.

Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menegaskan, setiap barang bukti yang belum diambil akan terlebih dahulu dipastikan keberadaan pemilik sahnya.

“Untuk barang bukti yang tidak diambil, nanti akan kita pastikan dulu ke pemiliknya,” ujar Luthfie, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, penelusuran dilakukan melalui data kendaraan yang tersedia, seperti nomor rangka, nomor mesin, hingga pelat nomor yang dihimpun oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.

“Kami akan bersurat ke alamat yang tertera agar pemilik bisa mengambil. Namun memang ada beberapa kendaraan yang tidak bisa teridentifikasi karena nomor rangka dan mesin sudah rusak, sehingga tidak bisa terbaca,” jelasnya.

Apabila seluruh prosedur penelusuran telah dilakukan dan pemilik kendaraan tetap tidak ditemukan, motor-motor tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Menurut Luthfie, langkah ini diambil agar kendaraan tidak terbuang sia-sia atau berakhir dengan pemusnahan.

“Daripada dimusnahkan, kami berpikir kendaraan yang memang tidak bertuan atau tidak teridentifikasi ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK untuk latihan dan mengembangkan ilmunya,” tuturnya.

Saat ini, sekitar 1.050 unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus curanmor sejak Januari 2025 dipamerkan sejak Rabu (21/1/2026). Pemilik kendaraan tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Dari data sementara, sebanyak 84 unit sepeda motor telah berhasil diambil oleh pemilik sahnya. Bazar ranmor tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026.

Meski demikian, Luthfie menegaskan pengambilan kendaraan tidak dibatasi secara kaku. Kepolisian tetap memberikan kelonggaran waktu bagi masyarakat yang terkendala aktivitas pekerjaan.

“Jika masyarakat terkendala karena sedang bekerja atau alasan lain, kendaraan tetap bisa diambil di luar hari ini atau di luar jam dinas. Kami tetap akan melayani,” pungkasnya. (*)