JAKARTA | Sentrapos.co.id – Lonjakan pemudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 155 juta jiwa mendorong pemerintah dan DPR mencari solusi inovatif guna mengurai kepadatan di jalur mudik. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah optimalisasi masjid sebagai rest area alternatif.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menilai pemanfaatan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kenyamanan pemudik.
“Jumlah pemudik sangat besar. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menimbulkan berbagai persoalan di lapangan,” tegas Hendry.
Masjid Dinilai Lebih Efektif dari Rest Area Sementara
Menurut Hendry, rest area sementara yang selama ini disediakan umumnya berupa tenda dan kurang diminati pemudik. Sebaliknya, masjid memiliki daya tarik lebih karena menjadi tempat ibadah sekaligus bisa dimanfaatkan untuk beristirahat.
Masjid juga dinilai lebih siap secara fasilitas dasar, seperti tempat wudu, toilet, dan area istirahat yang relatif memadai.
“Masjid pasti disinggahi pemudik. Tinggal dimaksimalkan fungsinya untuk tempat istirahat dan pelayanan tambahan,” ujarnya.
Peran Pemerintah Jadi Kunci
Meski demikian, Hendry menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung fasilitas di masjid, seperti kebersihan, logistik, hingga penyediaan konsumsi bagi pemudik.
Hal ini karena pengurus masjid memiliki keterbatasan dalam menyediakan layanan tambahan secara mandiri.
“Pemerintah harus hadir sebagai katalisator agar pelayanan bagi pemudik berjalan optimal,” tambahnya.
Kemenhub Siapkan Titik Istirahat Alternatif
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan telah mengidentifikasi sejumlah titik strategis di jalur arteri yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat.
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengoptimalkan masjid sebagai rest area alternatif.
“Kami menambah titik istirahat, termasuk memanfaatkan masjid agar pemudik memiliki pilihan tempat berhenti yang lebih nyaman,” ujar Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Toni Taulan.
Zona Penyangga untuk Antisipasi Kepadatan
Selain masjid, pemerintah juga menyiapkan zona penyangga berupa kantong parkir di beberapa titik jalur mudik. Fasilitas ini bertujuan menampung kendaraan saat terjadi kepadatan lalu lintas.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban di jalur utama sekaligus memberi ruang bagi pemudik untuk beristirahat dengan aman.
“Optimalisasi fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik dan meningkatkan keselamatan perjalanan,” jelasnya.
Solusi Efisien & Bernilai Sosial
Pemanfaatan masjid sebagai rest area tidak hanya efisien secara infrastruktur, tetapi juga memiliki nilai sosial dan keagamaan. Masyarakat setempat dapat turut berpartisipasi membantu pemudik sebagai bentuk kepedulian dan ibadah.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan arus mudik 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
“Ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga gerakan sosial untuk membantu sesama pemudik,” pungkas Hendry. (*)




















