JAKARTA | Sentrapos.co.id – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan tren signifikan. Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 10 juta penumpang telah menggunakan transportasi umum selama periode 13–20 Maret 2026.
Angka ini meningkat 9,23 persen dibandingkan periode yang sama pada Idulfitri 2025 yang mencapai 9,15 juta penumpang. Kenaikan ini menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap moda transportasi massal.
“Pergerakan keberangkatan penumpang angkutan umum pada 20 Maret 2026 mencapai 915.635 orang,” ujar Ernita Titis Dewi dalam keterangan resminya, Minggu (22/3/2026).
Kereta Api dan Penyeberangan Jadi Primadona
Dari seluruh moda transportasi, sektor perkeretaapian menjadi yang paling dominan dengan jumlah 2,98 juta penumpang atau naik 13,22 persen dibanding tahun lalu.
Sementara itu, sektor penyeberangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 14,78 persen dengan total 2,48 juta pengguna jasa.
Adapun rincian moda lainnya:
- Transportasi udara: 2,19 juta penumpang
- Angkutan darat: 1,58 juta penumpang
- Angkutan laut: 761.993 penumpang
Data ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat yang semakin mengandalkan transportasi massal untuk perjalanan jarak jauh.
Puncak Arus Mudik Hampir 1 Juta Orang per Hari
Puncak pergerakan penumpang terjadi pada 20 Maret 2026, dengan hampir satu juta orang melakukan perjalanan dalam satu hari.
Lonjakan ini tersebar di berbagai simpul transportasi nasional, termasuk stasiun, terminal, pelabuhan, hingga bandara.
Ketepatan Waktu Tinggi, Penyeberangan Masih Tantangan
Dari sisi operasional, moda kereta api mencatat performa impresif dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) mencapai 98,9 persen.
Namun, sektor penyeberangan masih menghadapi tantangan dengan tingkat ketepatan waktu di angka 63,19 persen.
Arus Kendaraan Pribadi Ikut Melonjak
Selain transportasi umum, volume kendaraan pribadi juga meningkat signifikan, khususnya di kawasan Jabodetabek.
Tercatat:
- 248.349 kendaraan keluar-masuk tol Jabodetabek
- 491.901 kendaraan melintas di jalur arteri non-Jabodetabek
Kondisi ini memperlihatkan tingginya intensitas mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Waspadai Puncak Arus Balik
Operasional angkutan Lebaran 2026 mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026. Pemerintah kini mulai fokus pada pengelolaan arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi fisik dan memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi.
“Gunakan transportasi resmi demi keselamatan dan perlindungan selama perjalanan,” imbau Kemenhub.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama momentum Lebaran. (*)




















